Masjid Bersejarah Saksi Awal MTQ Pertama, Sempat Ditentang Tokoh Agama dan Penguasa Kala Itu
MTQ pertama ini dicetuskan oleh seorang pria bernama Ali Umar sebelum Indonesia genap setahun menyatakan kemerdekaannya.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
Masjid MTQ 1946 merupakan monumen peninggalan sejarah terjadinya lomba baca kitab suci Al Quran di Indonesia yang terletak di Dusun II, Desa Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan.
Hamnah yang saat itu masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar itu mendapati juara ke-5 dalam lomba membaca Al Quran tersebut. Ia mengaku, peserta lomba MTQ pertama datang tak hanya dari Asahan dan Simalungun. Namun, beberapa ada yang datang dari Belawan, Tanjungbalai, dan Batubara.
"Saya saat itu juara 5, dan dapat hadiah kerudung. Pesertanya ramai, dari Asahan, Tanjungbalai, Batubara, hingga Simalungun," ujar Hamnah.
Kini peristiwa tersebut dapat dilihat di Masjid MTQ 1946 yang dibangun oleh warga untuk memperingati terjadinya momen bersejarah dalam perlombaan membaca Al Quran pertama di Indonesia.
Baca Juga
| Peserta MTQ Deli Serdang Harus Wakili Kecamatannya Sendiri, Camat Gontar: Tempat Kami Perang Bintang |
|
|---|
| Medan Selayang Juara Umum MTQ ke-59 Kota Medan, Para Pemenang Dapat Beasiswa Pendidikan |
|
|---|
| Tinjau Lokasi Venue MTQ ke-59 Medan, Wali Kota Temukan Beberapa Titik Masih Berlumpur |
|
|---|
| Sedot Anggaran Rp1,6 Miliar, Wali Kota Medan Rico Waas Soroti Venue MTQ ke-59 Medan Masih Berlumpur |
|
|---|
| Renaldo Surbakti Imam Tarawih Berusia 11 Tahun yang Viral di Langkat, Sudah Hapal 12 Juz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Masjid-MTQ-1946-merupakan-monumen-peninggalan-sejarah-terjadinya-lomba-baca.jpg)