Cinta Menorehkan Prestasi di Berbagai Bidang hingga ke Perancis

Baginya, penguatan kemampuan itu dilakukan agar ia dapat terus berkembang, bukan karena nama besar atau popularitas lombanya.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
IST
Cinta Menorehkan Prestasi di Berbagai Bidang hingga ke Perancis. 

TRIBUN-MEDAN.com - MEDAN - Selalu ada yang pertama kali untuk memulai berbagai hal dalam hidup. Bagi Cinta, keberanian adalah awal dari prestasi yang ia raih hingga hari ini.

Prinsip itu ia pegang sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), keberanian yang kemudian membawanya menapaki berbagai panggung kompetisi dari akademik, seni, literasi, bahasa asing, hingga dunia digital.

“Aku mulai aktif ikut lomba sejak SMP. Waktu itu masih coba-coba, dari akademik sampai seni. Dari situ aku belajar bahwa keberanian mencoba itu penting, menang atau kalah, yang penting kita sudah berani melangkah,” ungkapnya.

Perjalanan Cinta tidak lahir dari satu jalur tunggal. Ia tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi orang-orang hebat yang tanpa sadar memberi pengaruh besar dalam hidupnya. Lingkungan itulah yang membuatnya konsisten, sekaligus membuat kompetisi tidak ia pandang sebagai ajang menang-kalah semata.

Baca juga: Jelajah Warisan Budaya Ajak Anak Muda Mengenal Cagar Budaya Kota Medan  

“Alasan aku terus konsisten mengikuti berbagai lomba karena lingkungan di sekitarku penuh dengan orang-orang hebat yang tanpa sadar memberi pengaruh besar dalam perjalananku. Setiap kali ikut lomba, aku bukan hanya datang untuk bertanding, tapi juga untuk belajar, bertemu orang baru, mendengar cerita mereka, saling menyemangati, dan pulang dengan versi diri yang sedikit lebih baik dari sebelumnya. Dari proses itulah aku merasa terus berkembang,” katanya.

Di awal, Cinta mengakui ia punya target. Ia ingin menjadi salah satu orang hebat seperti sosok-sosok yang ia lihat di sekitarnya. Namun seiring waktu, makna kompetisi baginya berubah. Ia menyadari bahwa mengikuti lomba bukan lagi semata soal hadiah atau penghargaan, melainkan soal proses yang menghadirkan pengalaman dan membentuk jati diri.

“Awalnya memang ada target kayak aku ingin menjadi salah satu orang hebat seperti mereka yang ada di sekitarku. Tapi seiring waktu, aku menyadari bahwa mengikuti lomba bukan lagi semata tentang hadiah atau penghargaan. Melainkan dari setiap prosesnya aku justru belajar banyak hal baru, dan memiliki banyak pengalaman yang membentuk jati diriku. Pelan-pelan seiring berjalannya waktu, mengikuti lomba udah jadi kebiasaanku hingga sekarang,” ujarnya.

Keberanian mencoba membuat Cinta nyaman berjalan di banyak bidang sekaligus. Ia memilih lomba yang sesuai minatnya dan sejak tamat SMP, ia terjun memperkuat diri dalam beragam bidang mulai dari sains, bahasa, seni, hingga digital.

Baginya, penguatan kemampuan itu dilakukan agar ia dapat terus berkembang, bukan karena nama besar atau popularitas lombanya.

“Aku memilih lomba itu yang sesuai dengan minatku, dan sejak tamat dari SMP aku terjun untuk belajar berbagai macam bidang mulai dari sains, bahasa, seni, dan digital. Jadi aku emang nguatin di banyak bidang untuk bisa improve diri lebih baik lagi, jadi bukan semata-mata karena popularitas lombanya,” tuturnya.

Meski demikian, perjalanan lintas bidang bukan berarti tanpa tantangan. Cinta menyebut, bidang yang paling menantang baginya adalah olimpiade sains karena menuntut ketelitian tinggi dalam mengerjakan soal. Namun justru dari tantangan itu ia belajar menguatkan mental dan fokus.

“Kalau bidang yang paling menantang itu olimpiade sains, karena menuntut ketelitian tinggi untuk ngerjain setiap soalnya,” katanya.

Ia menyebut, persiapan yang ia jalani dimulai dari latihan rutin, memperbanyak mengerjakan soal, sekaligus menjaga mental agar tetap tenang saat kompetisi.

“Persiapan pertama itu mulai dari latihan rutin dan menjaga mental agar tetap tenang saat kompetisi,” katanya.

Menurut Cinta, suasana bertanding di lomba akademik juga berbeda dengan seni atau bahasa. Lomba akademik menuntut fokus dan ketahanan berpikir, sementara seni dan bahasa lebih menekankan keberanian tampil serta kemampuan mengekspresikan diri.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved