Jelajah Warisan Budaya Ajak Anak Muda Mengenal Cagar Budaya Kota Medan
Peserta sebagian besar merupakan siswa Sekolah Menengah Tingkat Atas, dan mahasiswa. Masing-masing tim terdiri dari tiga orang.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Ada banyak cara untuk lebih mengenal sebuah bangunan bersejarah, terutama yang sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Salah satunya, Jelajah Warisan Budaya yang diselenggarakan oleh TRAS Sumatera dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumut, Minggu (14/12/2025).
Proses pengenalan tersebut pada akhirnya diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta dan sayang hingga bermuara pada upaya merawat serta melestarikannya.
Jelajah Warisan Budaya ini diikuti oleh 26 tim dari 31 tim yang terdaftar. Peserta sebagian besar merupakan siswa Sekolah Menengah Tingkat Atas, dan mahasiswa. Masing-masing tim terdiri dari tiga orang.
Para peserta ini, selanjutnya berjalan kaki menelusuri tempat –tempat bersejarah di kawasan Kesawan, yaitu Rumah Tjong A Fie, Mesjid Bengkok, Gedung Bank Indonesia, Kantor Pos Medan, Titi Gantung, dan Gedung London Sumatra.
Di setiap pos yang telah ditetapkan panitia ini, para peserta diberikan kuis untuk dijawab dengan ketentuan, dilarang keras searching di Google. Peserta juga ditugaskan membuat foto dan video. Terlihat masing-masing peserta sangat antusias mengerjakan setiap penugasan secara detail.
Ada pun tugas yang telah dibebankan kepada peserta ini, selanjutnya akan diperlombakan dalam beberapa kategori yaitu lomba vlog dengan durasi 2-3 menit yang diupload di media sosial IG dengan men-tag akun BPK II Sumut dan TRAS Sumatera. Ada juga lomba foto serta lomba kategori jelajah. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah mulai Rp 750 ribu hingga Rp 2,5 juta.
Baca juga: Pemkab Toba Gelar Lomba Busana & Desainer Etnik Ulos untuk Angkat Kreativitas dan Warisan Budaya
Menggunakan seragam kaos warna kuning yang dibagikan panitia, seratusan peserta ini terlihat meriah mewarnai jalanan seputar kawasan Kesawan.
Sebanyak 26 tim ini dibagi dalam lima grup dengan rute yang berbeda tiap grup, sehingga sebaran peserta lebih merata dan tidak menumpuk di satu objek. Kendati terlihat serius, namun para pelajar ini juga terlihat cukup komunikatif. Masing-masing terlihat mengerahkan kemampuannya untuk menghasilkan karya terbaik.
Keseriusan ini bisa dilihat dari aktivitas masing-masing. Pantauan Tribun Medan, ada yang mencatat dan mengerjakan kuis yang dibagikan panitia, ada yang sibuk mengambil gambar dan video objek budaya, sebagian juga ada yang mewancarai temannya sebagai bahan vlog. Rasa ketertarikan jelas terlihat dari para peserta ini.
Para peserta ini juga ditugaskan untuk membuat sketsa objek cagar budaya yang ditentukan panitia.
Bertindak sebagai juri foto, Rahmad Suryadi, jurnalis foto yang sudah malang melintang di dunia fotografi. Sementara untuk juri video, Rizanul Arifin, jurnalis senior Sumut yang cukup kondang, serta Nur Nainggolan menjadi juri kategori jelajah.
Sebelumnya, Salya Rusdi dari BPK II Sumut, dalam sambutannya mengatakan, acara Jelajah Warisan Budaya merupakan sebuah event yang sangt baik, untuk mendukung upaya pelestarian kebudayaan yang ada di Sumut, dalam hal ini di Kota Medan.
Ia juga mengatakan, melalui kegiatan jelajah yang di dalamnya terdapat lomba vlog dan lomba foto yang disiarkan di media sosial, maka melalui upaya digitalisasi warisan budaya, kerja-kerja pelestarian akan semakin efektif, apalagi dengan sasaran anak-anak muda.
Ketua Panitia yang juga Founder TRAS Sumatera, Nur Nainggolan mengatakan, seyogyanya, acara ini digelar dua pekan lalu, namun karena bencana banjir bandang yang melanda Sumut, Sumbar, dan Aceh, kegiatan baru dilaksanakan hari ini.
Namun ia bersyukur bahwa kegiatan dapat berjalan dengan lancar, didukung dengan cuaca cerah sepanjang acara berlangsung. Ia juga menyampaikan harapannya, agar acara seperti ini bisa dilasanakan secara rutin pada masa-masa yang akan datang.
Seorang warga yang menyaksikan kegiatan di Mesjid Bengkok sempat berujar, jika acara ini sangat baik untuk anak-anak muda dan sangat berharap tetap bisa dilaksanakan pada masa-masa yang akan datang.
| Miniatur Dusun Ampera dalam Pertunjukan Bertajuk Pagelaran Seni Malam Berinai |
|
|---|
| Lebah Begantong Luncurkan Dokumentasi Karya Budaya |
|
|---|
| Pameran Foto dan Lukis Hidupkan Jejak Candi Kuno, Disambut Antusias Anak Muda |
|
|---|
| Sukronedi, Sarjana F-MIPA yang Fokus pada Pelestarian Kebudayaan |
|
|---|
| Agar Tak Candu Gadget, Ribuan Murid SD-SMP di Kota Binjai Ikuti Festival Permainan Anak Tradisional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jelajah-Warisan-1.jpg)