Berita Karo Terkini

Pulang Ikut Nenek Wirid, Bocah 6 Tahun Hanyut Terbawa Aliran Sungai Kecil di Tigabinanga

Kapolsek Tigabinanga Iptu Solo Bangun bilang kejadian itu bermula saat korban baru saja pulang wirid bersama Wakini yang merupakan sang nenek

|
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
DOK POLRES TANAH KARO
BOCAH TERBAWA ARUS - Personel gabungan Polsek Tigabinanga bersama Koramil Tigabinanga, mendampingi keluarga mencari bocah berusia enam tahun yang terseret arus sungai, Jumat (26/12/2025). Bocah tersebut terbawa arus sungai saat melintasi jembatan darurat, usai ikut neneknya wirid. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Seorang bocah berusia 6 tahun yang tinggal di Kelurahan Tigabinanga, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, dikabarkan hanyut terbawa aliran sungai. Informasi yang didapat, bocah berinisial SA itu hanyut terbawa aliran sungai kecil saat melintasi jembatan di aliran parit Pametar pada Kamis (25/12/2025) kemarin. 

Berdasarkan keterangan Kapolsek Tigabinanga Iptu Solo Bangun, kejadian itu bermula saat korban baru saja pulang wirid bersama Wakini yang merupakan sang nenek. Saat hendak pulang ke rumah, keduanya yang melintasi jembatan papan di atas aliran sungai kecil itu terpeleset karena arus air yang meningkat. 

"Benar kemarin sekira pukul 17.30 WIB kita mendapatkan laporan adanya seorang anak yang terbawa arus di Kelurahan Tigabinanga. Karena hujan deras, debit air yang meningkat membuat anak tersebut terpeleset dan terbawa arus," ujar Solo, Jumat (26/12/2025). 

Usai menerima laporan tersebut, dirinya mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Dari informasi yang didapat dari saksi yaitu Prasitiono, awalnya saksi sempat mencoba menolong dan memegang pakaian korban, namun kuatnya arus membuat korban terlepas. 

"Kemarin bersama warga sudah dilakukan penyisiran ke aliran tempat korban terseret, namun tidak membuahkan hasil," katanya. 

Dijelaskan Solo, hari ini proses pencarian anak tersebut kembali dilakukan mulai sekira pukul 08.45 WIB. Tak berselang lama, akhirnya jenazah korban berhasil ditemukan di aliran sungai kecil di Dusun Pametar, sekitar 3 kilometer dari lokasi korban pertama kali jatuh.

“Setelah dipastikan oleh warga dan keluarga, jenazah diketahui adalah SA. Evakuasi dilakukan bersama personel Polsek Tigabinanga dan Koramil Tigabinanga," ucapnya. 

Usai dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke Masjid Pametar untuk dimandikan dan dishalatkan. Selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di TPU Simpang Pergendangen, Kecamatan Tigabinanga.

Lebih lanjut, Solo mengimbau kepada masyarakat sekitar agar waspada saat melintas di jembatan darurat maupun aliran sungai yang debit airnya meningkat akibat cuaca ekstrem. Hal tersebut, untuk menghindari kejadian serupa kembali terulang di lain waktu.

 

(mns/tribun-medan.com) 

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved