Berita Karo Terkini
Hampir Sepekan Cuaca Ekstrem di Karo, BPBD Imbau Waspada Bencana Hidrometrologi
Dalam kurun waktu sepekan terakhir, sebagian besar wilayah Sumatera Utara dilanda cuaca ekstrem.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Dalam kurun waktu sepekan terakhir, sebagian besar wilayah Sumatera Utara dilanda cuaca ekstrem.
Curah hujan yang terjadi belakangan ini tercatat meningkat drastis dari bulan sebelumnya.
Kondisi ini juga terjadi di wilayah Kabupaten Karo, yang sebagian besar wilayahnya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Seperti yang terpantau di beberapa kecamatan, sudah hampir sepekan ini curah hujan meningkat dengan rata-rata suhu mencapai 20 derajat celcius.
Melihat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo hingga saat ini diketahui belum menerima informasi terjadinya bencana.
Namun begitu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Karo Juspri Nadeak mengungkapkan pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk waspada.
"Ya memang sudah hampir sepekan ini curah hujan cukup tinggi, untuk itu kita minta masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah bertebing agar selalu waspada. Apalagi kita lihat di beberapa daerah seperti di kawasan Tapanuli sedang terjadi banjir bandang," ujar Juspri, Rabu (26/11/2025).
Amatan www.tribun-medan.com, tiga hari terakhir di wilayah Kabanjahe dan Berastagi mengalami cuaca ekstrem yang paling tinggi. Dimana, dalam beberapa hari ini suhu di dua wilayah ini berada di angka 20 derajat celcius dan sempat mengalami kabut hampir satu harian.
Ketika ditanya fenomena yang terjadi saat ini, Juspri menjelaskan memang di waktu saat ini seperti sebelum-sebelumnya memasuki musim penghujan. Namun, dirinya menjelaskan kondisi ini juga turut diperparah dengan terjadinya bibit siklon tropis 95B yang kini membuat curah hujan semakin tinggi di wilayah Sumatera Utara.
"Memang saat ini curah hujan cukup panjang. Selain dari memang siklus musim hujan, terjadinya badai siklon ini juga membuat curah hujan konstan menerus turun," ucapnya.
Dikatakan Juspri, jika melihat siklus hujan yang masih terus cukup tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Karo tentunya potensi terjadinya bencana juga cukup tingggi. Terutama mengingat wilayah Kabupaten Karo yang memiliki kontur topografi dataran berbukit, membuat potensi bencana hidrometrologi dapat sewaktu-waktu terjadi.
"ya mengingat topografi daerah kita yang berada di ketinggian, tentunya dengan terjadinya cuaca ekstrem ini dapat sewaktu-waktu terjadi bencana hidrometrologi. Antara lain banjir bandang, ataupun tanah longsor seperti yang terjadi tahun lalu," ucapnya.
Sejauh ini, dirinya menjelaskan untuk antisipasi terjadinya bencana akibat perubahan cuaca ekstrem ini pihaknya telah berkolaborasi dengan lintas stakeholder untuk antisipasi.
Seperti diketahui, belum lama ini Forkopimda Karo juga telah menggelar apel kesiapan pasukan antisipasi bencana.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Demi Asuransi, 10 Hari Usai Bunuh Adik Kandung, Wanita Ini Datangi Polres Karo Minta Surat Kematian |
|
|---|
| Polres Tanah Karo Tangani 1.290 Kasus selama Tahun 2025 |
|
|---|
| Refleksi Akhir Tahun 2025, Polres Tanah Karo Soroti Maraknya Kasus Curanmor oleh Pelaku Asal Medan |
|
|---|
| Simpan Motor Curian di Ladang, Gajut Tak Berkutik Ditangkap Personel Polsek Munte Tanah Karo |
|
|---|
| Pulang Ikut Nenek Wirid, Bocah 6 Tahun Hanyut Terbawa Aliran Sungai Kecil di Tigabinanga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Cuaca-Ekstrem-di-Tanah-karo_26112025_.jpg)