Nilai Tukar Rupiah

Sejarah Baru Pelemahan Rupiah 15 Mei 2026, Tembus Rp 17.600 per Dollar AS

Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menjadi sejarah baru tembus Rp 17.600 per dollar AS pada Jumat (15/5/2026) pagi.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ilustrasi uang. Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menjadi sejarah baru tembus Rp 17.600 per dollar AS pada perdagangan Jumat (15/5/2026) pagi. 

"Dalam konteks ini juga perlu dilihat bahwa tekanan yang terjadi bukan bersifat sementara, tetapi berpotensi berlanjut selama faktor global masih belum mereda," ujar Shinta, Rabu (13/5/2026). 

Oleh karenanya, para pengusaha kini mulai mengubah strategi bisnis menjadi lebih berhati-hati dengan mempertimbangkan risiko untuk menghadapi ketidakpastian global yang masih tinggi. 

Shinta mengungkapkan, pengusaha mulai menerapkan kebijakan selektif growth, yaitu tetap melakukan ekspansi namun lebih selektif. 

Keputusan investasi atau ekspansi bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, efisiensi biaya, dan potensi keuntungan. 

"Sementara investasi yang bersifat lebih spekulatif atau sangat bergantung pada kondisi eksternal cenderung ditunda," tambahnya. 

Selain menahan ekspansi, pengusaha juga mulai memperkuat strategi manajemen risiko, termasuk meningkatkan penggunaan instrumen lindung nilai (hedging) untuk mengatasi fluktuasi kurs. 

Pelaku usaha juga melakukan penataan ulang struktur utang agar lebih seimbang antara rupiah dan valuta asing (valas). 

Di sisi operasional, efisiensi dilakukan melalui rasionalisasi belanja modal (capital expenditure), optimalisasi modal kerja, hingga peningkatan produktivitas perusahaan. 

Selain itu, Pengusaha mulai mencari pemasok alternatif dan mencoba memakai bahan baku lokal untuk mengurangi ketergantungan impor. Namun, kemampuan industri dalam negeri untuk menggantikan bahan baku impor dinilai masih terbatas. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved