Tutup karena Perubahan Regulasi, KMP Suka Maju Dibangun di Atas Lahan Pengurus 

Di mana pada awalnya, gerai Kopdeskel Merah Putih boleh dibangun di atas lahan milik pengurus koperasi. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
KOOPDESKEL - Suasana Kopdeskel Merah Putih Kelurahan Suka Maju Binjai Barat yang berada di Jalan Sukun, Lingkungan 6, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, yang tutup, Senin (18/5/2026). 

"Ini masih fokus gerainya, belum ke isi dalamnya. Dana dari PT Agrinas, kita kurang mengetahui berapa biaya untuk satu kopdeskel," tutup Sofyan. 

Amatan wartawan saat mengunjungi Kopdeskel Merah Putih Kelurahan Binjai Barat, tak terlihat adanya aktivitas. Pintu Kopdeskel yang terbuat dari besi pun tertutup rapat. 

Hanya sepanduk bertuliskan "Koperasi Suka Maju Nomor Agen Suka Maju: 008-3301-8000534" terpasang di pojok bangunan. Tak hanya itu, tertera pula pelang yang disangkutkan di luar bangunan Kopdeskel yang bertuliskan "Pangkalan LPG 3 Kg Koperasi Merah Putih Suka Maju".

Selain bangunan kopdeskel, tepat di sebelahnya terdapat bangunan klinik. Namun terlihat klinik tersebut kumuh alias seperti sudah lama tak ditempati. 

Amatan wartawan dari luar bangunan, terlihat memang ada beberapa obatan yang tersedia di dalam bangunan yang terbuat dari peti kontainer. Namun, tidak ada orang yang berada di dalam klinik.

Simalungun Selesaikan Enam Bangunan  

Sebanyak 6 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Simalungun dilaporkan telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen. Angka ini merupakan bagian dari rencana pembangunan 128 titik KDKMP di 32 kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Perkembangan KDKMP di Simalungun telah dipantau oleh Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi Merah pada Selasa (12/5) lalu. Ada pun kondisi terkini, belum ada KDMP yang beroperasi setelah mencapai pembangunan fisik 100 persen. 

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Simalungun, Simson Sauttua Tambunan SSTP menyebut bahwa secara prinsip, ihwal pembentukan KDKMP di Simalungun menjadi komitmen pemerintah daerah. 

“Karena memang di kami ada pencatatan dari pusat, di mana pembentukan koperasi desa memang menjadi komitmen sampai di tingkat desa atau nagori,” kata Simson. 

Simson menyebut bahwa kehadiran KDMP di Simalungun sangat penting apabila ikut menjual produk hasil pertanian dan holtikultura sehingga mampu menjadi pembanding harga pangan dan intervensi pengendalian inflasi di daerah. 

“Sebenarnya tujuannya luar biasa kalau instrumennya bisa selaras dari pusat sampai ke desa,” kata Simson. 

Simson pun berharap perwujudan KDMP ini bergerak untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Baik untuk kebutuhan rumah tangga mau pun penyediaan kebutuhan kegiatan pertanian.

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved