Targetkan 6.100 KMP Rampung Agustus, Gubernur Sumut Kolaborasi dengan Kodam I/Bukit Barisan
kehadiran Koperasi Desa dan Kelurahan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution menargetkan, pembentukan 6.100 unit Koperasi Merah Putih rampung pada Agustus mendatang.
Bobby mengakui, setiap program pasti memiliki kendala. Namun Koperasi Merah Putih adalah program utama Presiden RI Prabowo Subianto. Untuk itu, kata Bobby, pihaknya akan berkolaborasi dengan pihak OPD dan Forkopimda, agar pembentukan Koperasi Merah Putih berjalan sesuai dengan yang ditargetkan.
“Kita akan berkolaborasi bersama teman-teman Kodam I/Bukit Barisan agar pembentukan KMP dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang dilihat Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, kehadiran Koperasi Desa dan Kelurahan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.
“KMP menjadi program utama Bapak Presiden. Kami akan berkolaborasi, baik dari sisi penyediaan lahan mau pun pelaksanaan program. Setiap program pasti memiliki kendala, namun dapat kita selesaikan bersama dengan mencari solusi terbaik,” jelasnya.
Baca juga: Usulan Anggaran Pelatihan Pengurus Koperasi Merah Putih di Siantar Capai Rp 400 Juta
Bobby memastikan, pihaknya mendukung penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terhadap program nasional tersebut. Namun, terkait seberapa jauh proses pembentukan 6.100 unit Koperasi Merah Putih, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ady Putra belum merespon banyak.
"Saya lagi acara, besok saja ya," ucapnya saat dikonfirmasi Tribun Medan melalui via chat WhatsApp, Minggu (17/5/2026).
Diketahui, Presiden Prabowo meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional. Dalam peresmian itu, Presiden dalam arahannya menyampaikan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa dan kelurahan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis kerakyatan.
Prabowo menyebut, peresmian operasionalisasi KMP tersebut sebagai tonggak bersejarah. Menurutnya, Koperasi Merah Putih telah dilengkapi dengan gedung, gudang, sistem, barang, hingga unsur transportasi dan logistik pendukung.
Program Koperasi Merah Putih juga diharapkan mampu memperluas akses usaha masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat distribusi kebutuhan pokok hingga ke daerah.
“Melalui Koperasi Merah Putih juga kita sediakan kredit-kredit murah untuk rakyat. Intinya, kesuksesan ini perlu kita bangun melalui kolaborasi semua pihak,” jelasnya.
| Berikut Syarat Mendaftar jadi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Usia Maksimal 35 Tahun |
|
|---|
| Pemprov Klaim 2.654 Titik Pembangunan Koperasi Merah Putih, Buka Kios Sembako hingga Kios Pupuk |
|
|---|
| BUPATI Franc Bernhard Tumanggor Tinjau Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Silima Kuta |
|
|---|
| Baru Enam Koperasi di Siantar Miliki Gerai, Penting untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan |
|
|---|
| Kemenkop RI - USI Percepat Pembentukan Koperasi Merah Putih , Gelar Kuliah Umum dan Teken MoU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-saat-diwawancarai-di-Gor-Pancing-Jumat-152026.jpg)