Tutup karena Perubahan Regulasi, KMP Suka Maju Dibangun di Atas Lahan Pengurus 

Di mana pada awalnya, gerai Kopdeskel Merah Putih boleh dibangun di atas lahan milik pengurus koperasi. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
KOOPDESKEL - Suasana Kopdeskel Merah Putih Kelurahan Suka Maju Binjai Barat yang berada di Jalan Sukun, Lingkungan 6, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, yang tutup, Senin (18/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Pemerintah Kota Binjai, Sumatera Utara, masih berupaya mencari lahan untuk membangun gerai Koperasi Desa Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih Kelurahan Suka Maju Binjai Barat. 

Diketahui belum ada setahun, gerai Kopdeskel Merah Putih Kelurahan Suka Maju yang diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution pada Juli 2025 lalu, sudah tutup. 

Menurut Kepala Dinas Koperasi Kota Binjai, Sofyan Siregar, tutupnya Kopdeskel Merah Putih Kelurahan Suka Maju Binjai Barat, yang beralamat di Jalan Sukun, Lingkungan 6, karena adanya perubahan regulasi. 

Di mana pada awalnya, gerai Kopdeskel Merah Putih boleh dibangun di atas lahan milik pengurus koperasi. 

"Itu kan Kopdeskel Suka Maju menjadi kopdes yang diresmikan langsung oleh Pak Gubernur Sumut saat zoom meeting dengan Pak Presiden tahun lalu, dengan regulasi yang ada pada saat itu. Apa itu salah satu regulasinya, gerai Kopdeskel boleh dibangun di atas lahan milik salah satu pengurus koperasi," ujar Sofyan, Senin (18/5/2026). 

"Dan di dalam perjalanannya, berubah regulasi itu. Lahan atau tanah berdirinya gerai Kopdeskel Merah Putih, harus dibangun di atas tanah milik pemerintah," sambungnya. 

Baca juga: Wakil Wali Kota Zakiyuddin Sebut Pemko Siap Dukung Koperasi Merah Putih di Medan

Lanjut Sofyan, Kopdeskel Merah Putih Kelurahan Merah Putih Kelurahan Suka Maju Binjai Barat hanya tutup sementara. 

"Jadi Kopdeskel Merah Putih Suka Maju itu, tanah atau lahan pemerintah belum dapat kami, sampai hari ini," ujar Sofyan.

Meski demikian, dari 37 kelurahan di Kota Binjai, 26 kelurahan sudah memiliki lahan untuk dibangunnya gerai Kopdeskel Merah Putih. 

"Dari 26 kelurahan yang sudah memiliki lahan, sudah 11 gerai lagi dalam proses pembangunan. Sedangkan sisanya termasuk Kopdeskel Merah Putih Suka Maju Binjai Barat belum ada lahannya," tegas Sofyan. 

Baru-baru ini, Kopdeskel Merah Putih Kelurahan Timbang Langkat Binjai Timur, sudah dilaunching bersama 1.016 Kopdeskel Merah Putih seluruh Indonesia. 

Launching itu dipimpin langsung oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. 

Sofyan pun menambahkan fungsi mereka selaku Dinas Koperasi. Menurutnya Dinas Koperasi Kota Binjai hanya sebagai pembantu saja dalam hal administrasi. 

"Jadi memang fungsi kami Dinas Koperasi hanya administrasi pembantu saja. Belum dilibatkan dalam pembangunan gerai dan lain-lainnya. Jadi contoh, ada tanah di Kelurahan Suka Maju milik PLN, nah Pak Wali Kota yang menyurati PLN. Kalau diperbolehkan, nanti diinventarisir dengan PT Agrinas. Dan kalau sudah oke, mereka yang melakukan pembangunan," ucap Sofyan. 

Sofyan menambahkan, saat ini fokusnya masih pembangunan gerai saja.

"Ini masih fokus gerainya, belum ke isi dalamnya. Dana dari PT Agrinas, kita kurang mengetahui berapa biaya untuk satu kopdeskel," tutup Sofyan. 

Amatan wartawan saat mengunjungi Kopdeskel Merah Putih Kelurahan Binjai Barat, tak terlihat adanya aktivitas. Pintu Kopdeskel yang terbuat dari besi pun tertutup rapat. 

Hanya sepanduk bertuliskan "Koperasi Suka Maju Nomor Agen Suka Maju: 008-3301-8000534" terpasang di pojok bangunan. Tak hanya itu, tertera pula pelang yang disangkutkan di luar bangunan Kopdeskel yang bertuliskan "Pangkalan LPG 3 Kg Koperasi Merah Putih Suka Maju".

Selain bangunan kopdeskel, tepat di sebelahnya terdapat bangunan klinik. Namun terlihat klinik tersebut kumuh alias seperti sudah lama tak ditempati. 

Amatan wartawan dari luar bangunan, terlihat memang ada beberapa obatan yang tersedia di dalam bangunan yang terbuat dari peti kontainer. Namun, tidak ada orang yang berada di dalam klinik.

Simalungun Selesaikan Enam Bangunan  

Sebanyak 6 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Simalungun dilaporkan telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen. Angka ini merupakan bagian dari rencana pembangunan 128 titik KDKMP di 32 kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Perkembangan KDKMP di Simalungun telah dipantau oleh Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi Merah pada Selasa (12/5) lalu. Ada pun kondisi terkini, belum ada KDMP yang beroperasi setelah mencapai pembangunan fisik 100 persen. 

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Simalungun, Simson Sauttua Tambunan SSTP menyebut bahwa secara prinsip, ihwal pembentukan KDKMP di Simalungun menjadi komitmen pemerintah daerah. 

“Karena memang di kami ada pencatatan dari pusat, di mana pembentukan koperasi desa memang menjadi komitmen sampai di tingkat desa atau nagori,” kata Simson. 

Simson menyebut bahwa kehadiran KDMP di Simalungun sangat penting apabila ikut menjual produk hasil pertanian dan holtikultura sehingga mampu menjadi pembanding harga pangan dan intervensi pengendalian inflasi di daerah. 

“Sebenarnya tujuannya luar biasa kalau instrumennya bisa selaras dari pusat sampai ke desa,” kata Simson. 

Simson pun berharap perwujudan KDMP ini bergerak untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Baik untuk kebutuhan rumah tangga mau pun penyediaan kebutuhan kegiatan pertanian.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved