Binjai Terkini

Warga Kota Binjai Meninggal Dunia di Kamboja, Dinsos: Tak Ada Anggaran Pemulangan

Pemko Binjai Sumatera Utara, melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah menemui keluarga Rasdy Fauzi (39) warga Jalan Nenas.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
MENINGGAL DI KAMBOJA - Kiki Tresia saat menunjukkan foto suaminya Rasdy Fauzi yang meninggal dunia di Kamboja saat ditemui wartawan di Jalan Nenas, Gang Nenas I, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, Selasa (5/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Pemerintah Kota Binjai, Sumatera Utara, melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah menemui keluarga Rasdy Fauzi (39) warga Jalan Nenas, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, yang meninggal dunia di Kamboja

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Binjai, Triono Julimawardi saat dikonfirmasi wartawan.

"Dinas sosial mengambil langkah langsung menemui pihak keluarga bersama dengan Disnaker Perindag untuk menyampaikan bela sungkawa," ujar Triono, Sabtu (9/5/2026). 

Lanjut Triono, pihaknya juga menyampaikan kepada keluarga Rasdy, bahwa saat ini Dinas Sosial Kota Binjai tak ada mempunyai anggaran dalam pemulangan jenazah sebagaimana yang diharapkan keluarga. 

"Namun jika nanti pemulangan itu difasilitasi oleh KBRI, maka Dinsos siap untuk melakukan penjemputan di Bandara Kualanamu tentunya bersama-sama dengan dinas lain yang terkait," kata Triono. 

"Untuk biaya pemulangan Dinas Sosial Kota Binjai tidak ada," sambungnya. 

Diketahui Kiki Tresia sedikit bernapas lega. Pasalnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah menindaklanjuti atas wafat suaminya Rasdy Fauzi di kos-kosannya yang berada di Poipet Kamboja

Namun Kiki menjelaskan saat ini keluarga mengalami kendala terkait biaya pemulangan yang ditaksir hingga ratusan juta rupiah. 

"Hari ini pihak KBRI ada menghubungi saya. Dan mereka sempat nanyakan biaya untuk mengurus kepulangan jenazah suami saya (Rasdy Fauzi) dari Kamboja," ujar Kiki saat dihubungi wartawan, Rabu (6/5/2026) sore. 

Gitupun Kiki menjelaskan, ia meminta waktu ke KBRI untuk melakukan rembuk keluarga terkait biaya pemulangan jenazah. 

"Saya bilang, biar kami rembukkan dulu dengan keluarga. Kita tau, untuk biaya bawa pulang jenazah suami saya tidak kecil, butuh uang yang banyak," ucap Kiki. 

"Dengan kehidupan saya seperti ini mana mungkin sanggup," sambungnya. 

Meski demikian, Kiki berharap kepada pemerintah dan orang-orang baik di republik ini, agar dapat membantu kepulangan jenazah suaminya. 

"Sampai detik ini saya dan keluarga sangat menginginkan jasad suami saya bisa dibawa pulang ke tanah air," ujar Kiki. 

Dikabarkan sebelumnya, karena tuntutan ekonomi, Rasdy Fauzi (39) warga Jalan Nenas, Gang Nenas I, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, harus berangkat ke Kamboja untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved