Jenazah Warga Binjai Tiga Hari Tertahan di Kamboja, Istri Berharap Bantuan Gubernur Bobby Nasution

setelah satu tahun tiga bulan, tepatnya pada Minggu (3/5) Rasdy meninggal dunia di rumah kosnya yang berada di Poipet, Kamboja.

Tayang:
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
WAFAT - Kiki Tresia saat menunjukkan foto suaminya Rasdy Fauzi yang meninggal dunia di Kamboja saat ditemui wartawan di Jalan Nenas, Gang Nenas I, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, Selasa (5/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Rasdy Fauzi (39) warga Jalan Nenas, Gang Nenas I, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, harus berangkat ke Kamboja untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Namun setelah satu tahun tiga bulan, tepatnya pada Minggu (3/5) Rasdy meninggal dunia di rumah kosnya yang berada di Poipet, Kamboja.

Kepergian Rasdy membuat istrinya, Kiki Tresia (30) amat terpukul. Pasalnya, tahun lalu anak pertama hasil pernikahannya pada tahun 2019 silam, juga meninggal dunia. Hal ini diungkapkan oleh Kiki saat diwawancarai wartawan di rumah duka di Jalan Nenas.

"Awal mula suami saya ini kerja di Kota Binjai sebagai sales dan habis kontrak pada tahun 2025 lalu. Kalau mau masuk kerja lagi, kontraknya pada tahun ini. Empat bulan nganggur, akhirnya dia memutuskan berangkat ke Kamboja," ujar Kiki, Selasa (5/5/2026).

Lanjut Kiki, karena buntu dan ekonomi yang sulit, teman Rasdy yang sebelumnya sudah di Kamboja pun menelepon menawarkan pekerjaan.

Baca juga: Sempat Dipenjara, Kepulangan Ardiansyah dari Kamboja Disambut Haru Keluarga 

"Kata kawannya gaji enggak terlalu besar, tapi setidaknya ada. Memang kerjanya scam, dan suami saya mau. Kawannya dari sana juga ngabari, kalau nanti ada agen yang nelepon, dan suruh foto untuk buat paspor. Nggak lama paspor siap, dan dua minggu kemudian berangkat ke Kamboja," ucap Kiki.

Kiki pun mengaku, beberapa waktu yang lalu ia dan suaminya masih saling teleponan. Rasdy bahkan mengabarkan jika di Kamboja ada razia besar-besaran. Dan paspor mereka pekerja scam dibagikan oleh perusahaan.

"Paspor dibagikan, saya bilang pulang. Cuma kata suami, bentar nunggu bonus. Dan ternyata bonus yang diharapkan dilarikan,  jadi suami saya seperti stress. Habis itu kata kawannya, suami saya enggak makan-makan," kata Kiki.

"Tapi memang suami saya ini minum kopi instan atau botol memang kuat. Karena nggak makan, mungkin ke asam lambung dan naik ke jantung. Saya dapat foto terakhir suami saya badannya biru. Katanya kalau biru itu kena serangan jantung mendadak," sambungnya.

Naasnya lagi, jasad Rasdy ditinggalkan di kos-kosan tempat tinggalnya di Poipet, Kamboja.

"Info terakhir kawan-kawan suami saya yang visanya juga sudah berakhir, lari ke KBRI. Sedangkan hari ini hari ketiga, jasad suami saya ditinggal di kos-kosan itu di Poipet, Kamboja," ucap Kiki.

Kiki mengaku, selaku istri dan keluarga besar sudah berulang kali berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Namun komunikasi tersebut, tak ada membuahkan atau memberi keputusan yang pasti, agar jasad Rasdy bisa dibawa pulang ke Tanah Air.

"Kami terus menghubungi pihak KBRI, cuma mereka bilang nanti tunggu polisi. Dan teman suami saya yang sudah di KBRI sempat minta surat kematian, katanya ada yayasan yang mau urus. Tapi ya gitu lah kata KBRI ke polisi, macam di bola-bola gitu. Terakhir semalam, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, masih komunikasi sama KBRI. Cuma sampai hari ini mereka sudah enggak ada kasih kabar lagi," kata Kiki.

Komunikasi Kiki dengan pihak KBRI sudah terjalin sejak dua hari yang lalu. Begitu Kiki mendapat kabar suaminya meninggal dunia, ia langsung mencari nomor telepon KBRI yang dapat dihubungi. Meski hingga hari ketiga hasilnya belum ada kepastian.

"Harapan saya kepada pemerintah terkhusus kepada Bapak Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar dapat membantu memulangkan jenazah suami saya di Kamboja. Karena kalau kami mau ziarah ke makamnya, kami tau letaknya di mana," ujar Kiki sembari menahan tangisnya.

Menurut Kiki, sampai saat ini ia sudah berulang kali mengirimkan pesan via WhatsApp ke KBRI, tapi sudah tidak dibalas.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved