KSPM Mahasiswa Universitas MTU Gelar Seminar Pasar Modal

Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU) menggelar seminar Sekolah Pasar Modal

|
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Rektor Universitas MTU Dr. Dompak Pasaribu, SE, M.Si, CPA, CACP (tengah) foto bersama dengan dua pembicara seminar Sekolah Pasar Modal Enny Magdalena Saragih dari Deputi Kepala Wilayah Sumatera Utara Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara dan Giofani dari Equity Sales PT. Panin Sekuritas didampingi Pembina KSPM Universitas MTU Frans Gidion Sinuhaji, S.M., M.Si dan ketua KSPM Universitas MTU Glen Bagasta. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU) menggelar seminar Sekolah Pasar Modal dengan menghadiri dua pembicara Enny Magdalena Saragih dari Deputi Kepala Wilayah Sumatera Utara Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara dan Giofani dari Equity Sales PT. Panin Sekuritas di Universitas MTU Ruang Theater Room Lt. 25 Gedung Grand Jati Junction Jalan Perintis Kemerdekaan No. 3A Medan, Kamis 22 Januari 2026.

 

Rektor Universitas MTU Dr. Dompak Pasaribu, SE, M.Si, CPA, CACP dalam kata sambutannya sebelum membuka acara seminar Pasar Modal menyampaikan, seminar ini menjadi sangat penting bagi mahasiswa yang akan berinvestasi di pasar modal. 

KSPM Mahasiswa Universitas MTU
KSPM Mahasiswa Universitas MTU Gelar Seminar Pasar Modal

“Jadi kita harus belajar dulu baru terjun. Bayangkan kalau orang akan ke kolam atau ke laut tidak tahu berenang maka akan beresiko tenggelam. Sama halnya dengan berinvestasi di pasar modal bila tidak ngerti apa itu pasar modal atau bagaimana kita melakukannya, maka akan beresiko besar mengalami kerugian,” ungkapnya.

 

Menurut Dompak untuk tahap awal berinvestasi di Pasar Modal, sebelum masuk ke investasi lainnya seperti forex, gold yang nilai resikonya lebih besar.

Orang kaya di Indonesia katanya pada umum datangnya dari orang yang sudah terjun di pasar modal.

Jangan mau sumber pemasukkan hanya satu. Kalau selama ini kita kerja dan menunggu gaji satu kali sebulan itu sangat menjadi berat untuk memenuhi kebutuhan hidupmu. Kamu harus punya sumber pemasukan lebih dari satu itu ke depan kamu pikirkan. Salah satunya belajar pasar modal saat ini yang akan menjadi sumber penghasilan kamu masa depan. Kamu bisa lihat saat ini bagaimana kehidupan orang yang berinvestasi dengan orang yang tidak berinvestasi.

 

Lebih lanjut Rektor menjalaskannya MTU memiliki dua Fakultas yakni Fakultas Sain dan Teknologi yang meliputi Prodi Teknologi Informasi, Prodi Sistem Informasi dan Prodi Agribisnis. Fakultas Ilmu Sosial meliputi Prodi Bisnis Digital, Prodi Manajemen dan Prodi Akuntasi. Tiga prodi terakreditas baik sekali yakni Prodi Sistem Informasi, Bisnis Digital, dan Managemen.

 

Pembicara pertama Enny Magdalena Saragih dari Deputi Kepala Wilayah Sumatera Utara Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara dalam materinya “Pengenalan Investasi dan Produk di Pasar Modal” menjelaskan Perilaku konsumtif akan berdampak pada masalah keuangan, baik untuk saat ini maupun masa depan. Bila uang dimiliki sebagian tidak diinvestasikan, maka nilai uang yang dimiliki akan berkurang karena adanya inflasi. Karena itu investasi salah satu untuk melawan inflasi.

 

Tentu saja dalam berinvestasi bisa mendatangkan keuntungan tapi juga bisa memberikan kerugian. Oleh karena itu dalam berinvestasi harus memahami profil resikonya.

Dalam memahami profil resiko terbagi dua yakni profil resiko diri sendiri dan profil resiko produk investasi. Untuk profil resiko diri sendiri dapat dibagi menjadi empat sifat yakni sangat konservatif lebih mengutamakan keutuhan nilai pokok invesatasi. Konservatif memilih resiko dan fluktasi rendah. Moderat lebih berani mengambil resiko lebih besar. Agresif tidak keberatan menerima resiko serta fluktuasi tinggi. Untuk profil resiko produk investasi juga dibagi menjadi empat sifat yakni sangat konservatif berupa deposito atau reksa dana pasar uang. Konservatif berupa deposito, reksa dana , dan obligasi dengan jatuh tempo lebih 1 tahun. Moderat berupa reksa dana pendapatan tetap, sebagian kecil saham juga reksa dana campuran seperti obligasi, saham dan pasar uang. Agresif berupa saham, reksa dana saham hingga derivatif.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved