Berita Karo Terkini

Bubarkan Pemuda yang hendak Tawuran, Polsek Munte Amankan Sajam hingga Bahan Bom Molotov

Aksi tawuran yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di Kabupaten Karo, belakangan ini semakin marak.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
DOK POLSEK MUNTE
BUBARKAN AKSI TAWURAN - Personel Polsek Munte menemukan barang bukti botol yang diisi bahan bakar, yang diduga hendak dijadikan alat untuk aksi tawuran dari kelompok pemuda di Kecamatan Munte, Minggu (3/8/2025) dini hari. Selain diduga bahan bom molotov, tim juga menemukan barang bukti lainnya berupa senjata tajam berbagai jenis. (DOK POLSEK MUNTE) 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Aksi tawuran yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di Kabupaten Karo, belakangan ini semakin marak.

Entah memang perilaku kaula muda yang semakin bersemangat untuk uji nyali, atau hanya sekadar ikut-ikutan apa yang terjadi daerah luar. 

Terbaru, aksi saling serang antar kelompok pemuda terjadi di wilayah Kecamatan Munte, Kabupaten Karo.

Aksi tawuran yang terjadi pada Minggu (3/8/2025) dini hari kemarin pecah di perbatasan antara Desa Kineppen dan Desa Buluh Naman. 

Polsek Munte yang mendapat aduan dari warga, langsung bergerak ke lokasi untuk membubarkan aksi yang meresahkan masyarakat itu. 

Kapolsek Munte AKP D Tambunan, mengungkapkan dari informasi di lapangan pelaku yang melakukan tawuran ini merupakan ejumlah pelajar dari kedua desa.

Dikatakannya, setibanya di lokasi pihaknya langsung membubarkan aksi brutal dari kedua kelompok pemuda. 

"Setelah kita terima informasi dari masyarakat, sekira pukul 00.30 WIB kita kerahkan personel untuk membubarkan aksi tawuran antar pemuda itu," ujar Tambunan, Senin (4/7/2025). 

Selain membubarkan massa, Tambunan mengungkapkan di lokasi tawuran pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan oleh para pemuda untuk saling serang.

Mulai dari senjata tajam berbagai ukuran, hingga botol berisi bensin yang diduga akan digunakan sebagai bom molotov.

"Penemuan ini semakin mempertegas bahwa kejadian tersebut tidak bisa dianggap sepele dan perlu penanganan lebih lanjut secara komprehensif," katanya. 

Atas temuan ini, dirinya menjelaskan pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan pemerintah desa setempat untuk menghadiri menghadiri pertemuan khusus yang akan dilaksanakan pada Selasa (5/8/2025) esok.

Pertemuan yang direncanakan dilakukan di Aula Polsek Munte ini, bertujuan untuk menjembatani komunikasi antar pihak dan mengantisipasi terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua dan tokoh desa, agar lebih proaktif dalam membina generasi muda. Tawuran bukan solusi, justru merusak masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

 

(mns/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved