Berita Viral

LENGKAP 5 Fakta Kematian Diplomat Arya Daru, Jejak Email 2013 hingga Perubahan Arah CCTV

Polda Metro Jaya menyimpulkan bahwa kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri, tidak melibatkan pihak lain.

|
Editor: Juang Naibaho
Kolase Facebook Arya Daru Pangayunan dan Ist
KEMATIAN ARYA DARU - Penampakan Barang Belanjaan Diplomat Arya Daru yang Dibawa ke Rooftop, Isinya Sesuai dengan Chat ke Istri 

TRIBUN-MEDAN.com - Polda Metro Jaya menyimpulkan bahwa kematian Arya Daru Pangayunan (39), diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), tidak melibatkan pihak lain.

Pernyataan resmi kepolisian ini menjawab spekulasi yang ramai beredar di publik tentang kematian Arya Daru, yang ditemukan tewas dengan kepala terbungkus plastik dan lakban di kamar kosnya kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

“Disimpulkan bahwa indikator dari kematian ADP mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (28/7/2025).

Dokter forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. G. Yoga Tohijiwa, Sp.FM, mengungkapkan, penyebab kematian ADP adalah mati lemas. 

“Maka, sebab mati akibat gangguan pertukaran oksigen pada saluran atas napas yang sebabkan mati lemas,” ujarnya.

Baca juga: TERNYATA Eks Sekda Sumut Jadi Saksi Kunci KPK Untuk Bidik Pemberi Perintah pada Topan Ginting

Berikut fakta-fakta yang disampaikan kepolisian:

1. Jejak Email Tahun 2103

Polisi memeriksa perangkat seluler milik Arya. Hasil pemeriksaan, ada riwayat email pada tahun 2013-2022. 

Penyidik Ditsiber Polda Metro Jaya, Ipda Saji Purwanto mengatakan, terdapat dua segmen email dimulai 27 Juni sampai 27 Juli 2013. Dalam email tersebut diceritakan alasan ingin bunuh diri. 

"Dalam riwayat tersebut ditemukan ADP mengirim email ke salah satu badan amal yang menyediakan layanan dukungan terhadap orang yang memiliki emosional yang mengalami perasaan tertekan dan putus asa termasuk dapat menyebabkan bunuh diri," kata Ipda Saji. 

Lebih lanjut, kata dia, ditemukan sebanyak 9 segmen pada 24 September sampai 5 Oktober 2021 yang juga mempunyai niat untuk melakukan bunuh diri. 

*Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Baca juga: EKS Kabareskrim Ito Sumardi Ungkap Sosok Arya Daru Sewaktu di Myanmar, Merasa Janggal Soal HP Hilang

2. Tidak Dalam Kondisi Terikat

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya mengungkapkan, jasad Arya Daru tak dalam kondisi terikat saat ditemukan di kamar indekosnya.

"Kami meluruskan pemberitaan media, faktanya saat ditemukan tangan korban tidak terikat. Tangan, kaki tidak terikat," ungkap Wira. 

Wira menjelaskan kamar kos ADP dalam keadaan terkunci sebelum jasadnya ditemukan. Total ada tiga lapis kunci yang mengunci pintu kamar kos korban. 

"Pertama, lapisan dengan menggunakan kartu tab bisa diakses dari luar. Kedua, kunci biasa tapi enggak ada kuncinya, seperti ceklekan biasa di dalam, menyatu dengan grendel."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved