Berita Viral

Sosok Agam, Ikut Bantu Evakuasi Juliana Marins Banjir Pujian Warganet Brasil, Postingannya Viral

Bahkan Agam dianggap seperti seorang pahlawan. Postingan terdahulu Agam kini dibanjiri komentar bernada pujian. 

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
Istimewa EVAKUASI WNA BRASIL - Sosok Agam Rinjani belakangan menjadi sorotan setelah membantu mengevakuasi jasad pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27). 

"Persiapan penarikan. Semangat," ucapnya.

Agam merupakan satu dari empat orang rescuer yang turun mengevakuasi jenazah Juliana Marins di kedalaman 600 meter.

"Turut berduka cita, atas meninggalnya pendaki asal Brazil, saya tidak bisa berbuat banyak, saya hanya bisa bantu seperti ini, Semoga amal ibadahnya diterima disisiNya Amin." tulis Agam di postingannya.

Dilihat dari bio di akun Instagramnya, Agam berprofesi sebagai guide di gunung dan pantai.

Ia memiliki travel bernama Etnoshop Adventure.

Selain itu Agam juga ahli dalam cave dan vertical rescue.

Kini Agam dianggap sebagai pahlawan bagi warga Brasil.

"Our hero (pahlawan kita)," tulis akun Instagram Sinta Stepani.

Cerita Samsul Bantu Evakuasi  Juliana Marins

Salah satu anggota tim SAR gabungan yang pertama menjangkau korban adalah Samsul Padli, koordinator lapangan dari SAR Lombok Timur. 

Ia menceritakan detik-detik penyelamatan yang melibatkan risiko tinggi, medan ekstrem, dan keputusan sulit.

PENDAKI RINJANI TEWAS - (Kiri) Foto kebersamaan Manoel Marins Filho dengan anaknya Juliana Marins dan (Kanan) Pendaki asal Brasil Juliana Marins (27), yang tewas di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (24/6/2025).
PENDAKI RINJANI TEWAS - (Kiri) Foto kebersamaan Manoel Marins Filho dengan anaknya Juliana Marins dan (Kanan) Pendaki asal Brasil Juliana Marins (27), yang tewas di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (24/6/2025). (Kolase: Instagram @manoel.marins.3 dan resgatejulianamarins)

Menuruni Jurang di Tengah Malam dan Kabut Tebal

Samsul Padli bersama tiga orang anggota tim lainnya dari Basarnas turun ke titik lokasi jatuhnya Juliana pada malam hari.

Cuaca saat itu buruk, kabut tebal membatasi jarak pandang, dan tidak ada pilihan selain tetap di tempat.

“Turun sampai sana malam. Mau tidak mau, harus kami tunggu sampai pagi untuk proses evakuasi. Kami berempat bermalam bersama jenazah,” kata Samsul saat ditemui di Posko SAR Gabungan di Resort Sembalun, Rabu malam (25/6/2025).

Ia menambahkan bahwa lokasi jatuhnya Juliana lebih dalam dari dugaan awal. "Awalnya kami perkirakan sekitar 150 meter, tapi ternyata lebih dari 600 meter," ujarnya.

Evakuasi Manual, Tarik Naik Jenazah Lewati Medan Terjal

Dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung untuk evakuasi udara, tim SAR memilih metode vertical lifting. Jenazah ditarik secara manual dengan tali, naik perlahan dari kedalaman jurang menuju tebing punggungan Rinjani.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved