Berita Viral

4 Hari Hilang, Juliana Marins Pendaki Brasil Ditemukan Meninggal, Jatuh di Jurang Gunung Rinjani

pendaki Brazil itu dilaporkan terjatuh ke arah Danau Segara Anak pada Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 06.30 WITA

ig/ajulianamarins/Dok.SAR Mataram
PENDAKI GUNUNG JATUH - Seorang pendaki asal Brasil bernama Juliana Marins (27), dilaporkan jatuh saat mendaki Gunung Rinjani pada Sabtu pagi, (21/06/2025). Ia ditemukan meninggal pada Selasa (24/6/2025) 

TRIBUN-MEDAN.com - 5 hari hilang, Juliana Marins pendaki Brasil ditemukan meninggal.

Juliana Marins jatuh di jurang Gunung Rinjani.

Juliana dinyatakan hilang sejak Sabtu (21/6/2025).

Baca juga: BEDA Nasib dengan Marc Marquez, Bagnaia Pesimis Buru Gelar Juara MotoGP, Klasemen MotoGP 2025

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akhirnya berhasil menemukan Juliana pendaki asal Brasil yang terjatuh ke jurang di Gunung Rinjani dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii

Syafii mengatakan pencarian yang dilakukan tim telah mencapai titik krusial pada pukul 16.52 WITA.


Tujuh orang rescuer yang diturunkan, kata Syafii, bisa menjangkau di kedalaman 400 meter.

Baca juga: Nasib Robert Lewandowski di Barcelona Bakal Berakhir, Julian Alvarez Disiapkan Jadi Penggantinya

Pada pukul 18.00 WITA, seorang rescuer dari Basarnas, Khafid Hasyadi, berhasil menjangkau korban pada kedalaman 600 meter atau di titik datum point. 

"Selanjutnya dilakukan pemeriksaan korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan," kata Syafii melalui keterangan tertulis, Selasa (24/6/2025) melansir dari Tribunnews.com

Setelah itu, tiga orang dari tim SAR yakni Syamsul Fadli dari unit Lombok Timur, serta Agam dan Tiyo dari Rinjani Squad melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban.

"Pukul 18.31 WITA, 3 orang potensi SAR menyusul turun mendekati korban dan setelah dikonfirmasi dipastikan korban dalam kondisi meninggal dunia, selanjutnya korban dilakukan wrapping survivor," ungkap Syafii.


Setelah informasi mengenai kondisi korban diperoleh, tim SAR gabungan yang berada di lokasi terakhir korban terlihat mulai menyiapkan sistem evakuasi.

Tim yang berjumlah tujuh orang kemudian melakukan sistem flying camp, dengan tiga orang berada di anchor point kedua (400 meter) dan empat orang lainnya di samping korban di datum point 600 meter.

"Pukul 19.00 WITA, dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan dengan visibility terbatas maka diputuskan evakuasi korban akan dilakukan pada hari Rabu tanggal 25 Juni 2025 pukul 06.00 WITA dengan metode lifting (korban diangkat ke atas/LKP)," katanya.

Baca juga: 2 Versi Cerita Anggota DPRD, Viral Rebutan Anak, Istri dan Mertua Jadi Tersangka Pengeroyokan

Korban rencananya akan dievakuasi menyusuri rute pendakian menuju Posko Sembalun dengan cara ditandu.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved