Berita Medan

Unimed Kejar Akreditasi Internasional ABET, Hadirkan Pakar dari Arizona State University

Rektor Unimed, Prof. Dr. Ir. Baharuddin, ST., M.Pd., menegaskan pentingnya akreditasi ABET sebagai pengakuan kualitas pendidikan bertaraf global.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
DOK HUMAS UNIMED
AKREDITASI- Unimed menggelar lokakarya bertajuk Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET), berlangsung di Ruang Sidang A Gedung Pusat Administrasi Unimed, Kamis (19/6/2025). Kegiatan ini menghadirkan pakar pendidikan internasional, Dr. Jack Rutherford dari Arizona State University, dan Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, dari Senat Unimed. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– Universitas Negeri Medan (Unimed) memperkuat komitmennya meraih akreditasi internasional dengan menggelar lokakarya bertajuk Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET).

Kegiatan ini menghadirkan pakar pendidikan internasional, Dr. Jack Rutherford dari Arizona State University, dan Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, dari Senat Unimed. Lokakarya berlangsung di Ruang Sidang A Gedung Pusat Administrasi Unimed, Kamis (19/6/2025).

Rektor Unimed, Prof. Dr. Ir. Baharuddin, ST., M.Pd., menegaskan pentingnya akreditasi ABET sebagai pengakuan kualitas pendidikan bertaraf global.

“Status terakreditasi ABET menjadi jaminan bagi mahasiswa, pengguna lulusan, dan komunitas bahwa program studi memenuhi standar internasional dalam menyiapkan lulusan untuk bersaing di dunia kerja global,” ujarnya. 

ABET merupakan lembaga akreditasi nirlaba berbasis di Amerika Serikat yang fokus pada program studi ilmu terapan, komputer, teknik, dan teknologi rekayasa.

Unimed menargetkan beberapa prodi di Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) untuk meraih akreditasi ini. 

Salah satu keunikan penilaian ABET adalah pendekatan berbasis hasil (outcomes-based) melalui Engineering Criteria 2000 (EC2000). Artinya, akreditasi tidak hanya mengevaluasi materi perkuliahan, tetapi juga kemampuan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri. 

Dr. Jack Rutherford menjelaskan, ABET menekankan Continuous Improvement (perbaikan berkelanjutan) berdasarkan umpan balik pemangku kepentingan.

“Kami menilai bagaimana program studi merancang pembelajaran untuk mencapai Learning Outcomes yang terukur dan bagaimana data digunakan untuk meningkatkan kualitas,” jelasnya. 

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., menambahkan, akreditasi ABET akan menjadi nilai tambah bagi lulusan Unimed di kancah internasional. “Ini seperti paspor yang membuka peluang karir lebih luas di industri dan institusi pendidikan dunia,” tegasnya. 

Wakil Rektor IV Unimed, Prof. Dr. Erond L. Damanik, M.Si., berharap lokakarya ini memperkuat pemahaman dosen dalam mempersiapkan akreditasi. “Dengan ABET, reputasi dan kualitas lulusan Unimed akan diakui secara global,” pungkasnya. 

Unimed kini bersiap memenuhi kriteria penilaian ABET, meliputi kualitas mahasiswa, kurikulum, fasilitas, hingga dukungan finansial, sebagai langkah strategis menuju perguruan tinggi berkelas dunia. 

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved