TRIBUN WIKI
Bolehkah Puasa Setelah Nisfu Syaban? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad sudah pernah menjelaskan tentang bolehkah puasa puasa setelah Nisfu Syaban. Penjelasan tersebut disampaikan ringkas dan jelas.
TRIBUN-MEDAN.COM,- Pertanyaan tentang bolehkah puasa setelah Nisfu Syaban sering muncul di benak masyarakat.
Sebab, ada beberapa pendapat yang mengharamkan puasa setelah Nisfu Syaban.
Hal itu merujuk pada pendapat yang dipegang beberapa ulama, di antaranya Imam Nawawi dan Ibnu Hajar.
Namun, Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasan yang ringkas tentang masalah ini.
Baca juga: 14 Februari Hari Kasih Sayang, Begini Hukum Islam Menurut Buya Yahya
UAS menyebut, memang ada hadist yang melarang umat muslim berpuasa setelah Nisfu Syaban.
Tapi, kata UAS, hadist tersebut tidak boleh ditelan mentah-mentah.
Dijabarkan Ustadz Abdul Somad, terdapat rincian penjelasan dari tafsir atau makna hadist mengenai larangan puasa setelah nisfu Syaban.
"Jangan dibaca hadits itu bulat-bulat, yang tidak dibolehkan puasa adalah orang yang memulai puasa sunnah setelah Nisfu Syaban," jelas Ustadz Abdul Somad dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube FANS USTADZ.
Baca juga: dr Richard Lee Mualaf, Lalu Bagaimana Status Pernikahannya Menurut Hukum Islam?
Hadits tersebut diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلا تَصُومُوا
Artinya: "Jika Syaban sudah pertengahan maka janganlah berpuasa" (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Ustadz Abdul Somad mengungkapkan orang yang tidak pernah berpuasa sebelum bulan Syaban misalnya di bulan Rajab dan lainnya, atau bahkan tidak berpuasa di awal Syaban lalu tiba-tiba setelah Nisfu Syaban dimulainya puasa sunnah, hal itulah yang dimaksud pada hadist itu.
Baca juga: Hukum Islam dalam Memandang Waria dan Bagaimana Soal Ibadahnya? Buya Yahya: Semoga Diampuni
"Tapi bagi orang yang melanjutkan puasa, misalnya terbiasa puasa Senin Kamis, Puasa Daud, dan kebetulan jatuh pada tanggal 17 Syaban dan seterusnya maka boleh dan sah hukumnya," papar Ustadz Abdul Somad.
Kemudian, kaum muslimin yang memiliki utang puasa lalu mengqadha setelah Nisfu Syaban hukumnya mubah.
Hikmah dianjurkannya puasa di bulan Syaban, Ustadz Abdul Somad menuturkan agar umat muslim telah merasakan manisnya puasa, dapat pula sebagai pemanasan dan persiapan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.
Baca juga: Niat Puasa Kafarat, Puasa Sunnah yang Dilakukan Bagi Orang yang Melanggar Aturan Hukum Islam
"Berbeda dengan orang yang belum pemanasan akan gelisah saat awal-awal Ramadhan, orang yang sudah biasa puasa di bulan Syaban akan tenang dan menikmati puasa di bulan Ramadhan," ucap Ustadz Abdul Somad.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ustaz-Abdul-Somad-soal-bolehkah-puasa-setelah-Nisfu-Syaban.jpg)