Breaking News

Berita Viral

SOSOK IPDA Ferren Disorot Gegara Vonis Siswa SPN Idap NPD Akibatnya Gagal Dilantik Jadi Polisi

Sosok Polwan bernama Ferren Azzahra Putri menjadi sorotan Anggota DPR RI Ahmad Sahroni. 

Screenshot TV Parlemen by Tribun Jabar
POLWAN FERREN: Sosok Polwan bernama Ipda Ferren Azzahra Putri menjadi sorotan Anggota DPR RI Ahmad Sahroni. Ahmad Sahroni marah lantaran Ipda Ferren menyebut bahwa siswa bintara bernama Valyano Boni Raphael mengalami gangguan kejiwaan. (Screenshot TV Parlemen) 

TRIBUN-MEDAN.com - Sosok Polwan bernama Ipda Ferren Azzahra Putri menjadi sorotan Anggota DPR RI Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni marah lantaran Ipda Ferren menyebut bahwa siswa bintara bernama Valyano Boni Raphael mengalami gangguan kejiwaan. 

Sehingga, Valyano dikeluarkan dari sekolah polisi negara (SPN) Polda Jabar. 

Valyano dikeluarkan pada 3 Desember 2024.

Dikutip dari tribun-jabar.id, Surat pemberhentian Valyano Boni Raphael dikeluarkan satu minggu atau H-6 sebelum dilantik menjadi anggota Polri.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI, Ibu Valyano Boni Raphael, Veronica Putri Amalia mengungkap bahwa anaknya sempat dinyatakan mengalami gangguang jiwa.

Saat pemaparan ketika diberhentikan tanggal 11 Desember 2024, bagian psikologi Polda Jabar menyatakan bahwa Valyano Boni Raphael mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD).

"Tetapi saat paparan saya ambil anak saya 11 Desember saya masih ingat dimana ada dari bak psikologi mengemukakan anak saya hasil pemeriksaann NPD, psikopat gangguang jiwa. Ipda Ferren," katanya.

Baca juga: Paripurna Penetapan Gubernur Terpilih Telat, Puluhan Bangku Dewan Kosong, Bobby : Kerja Dulu

Baca juga: Statemen Oloan Nababan yang Resmi Jadi Kepala Daerah Terpilih Humbahas setelah Putusan MK

Ipda Ferren Azzahra Putri mengaku telah ditugaskan memeriksa Valyano.

"Saat itu kami yang ditugaskan memeriksa Faliano Boni Ravael, kamu yang melakukan wawancara dan kami yang melakuakn tes psikologi," katanya.

Ia menerangkan alasan menyatakan siswa SPN tersebut mengalami NPD.

Salah satu kriterianya karena teriakan Valyano beda sendiri dengan siswa lain saat berlari.

"Betul kami menyebutkan bahwa yang bersangkutan itu NPD hanya saja yang kami sebutkan saat pemulangan salah satu contoh perilaku yang merujuk ke NPD. Seperti yang tertulis di dalam keberatan, contoh anak kami dinyatakan NPD adalah saat lari bersama siswa anak kami bersorak 'Brimob' dan itu dianggap oleh Bakpesi Polda Jabar NPD," kata Ipda Farren Azzahra Putri.

Ahmad Sahroni berpandapat bahwa penilaian tersebut hanyalah sebuah asumsi.

"Ini asumsi bukan hasil dari yang tadi disampaikan Kabidokkes kan ? ini baru asumsi dari apa yang ibu Ferren beri laporan," kata Sahroni.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved