TRIBUN WIKI

Penyebab Hujan Es Seperti yang Terjadi di Depok, AS Pernah Mengalami Hal Serupa dengan Batu Es 1 Kg

Hail atau hujan es merupakan fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia. Adapun penyebab hujan es akibat perubahan suhu hingga tekanan udara.

Editor: Array A Argus
Daisy Gilardini/The Image Bank/Getty Images
Ilustrasi hujan es atau hail 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Fenomena hujan es yang terjadi di wilayah Depok, Jawa Barat pada Senin (28/10/2024) petang merusak sejumlah rumah.

Bahkan, di kawasan Jalan Raya Citayam, Cipayung, Depok, Jawa Barat, ada beberapa warung yang porak poranda.

Kemudian, di wilayah Jalan Raya Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, papan reklame ambruk, akibat hantama hujan es.

Menurut masyarakat, angin kencang sudah mulai muncul sejak pukul 14.30 WIB.

Baca juga: Beredar di Medsos Warga Bagikan Momen Hujan Es di Medan, Begini Kata BMKG

Jelang sore hari, angin kencang disertai hujan es pun terjadi.

Suara gemuruh dan dentuman akibat hantaman batu es yang mendarat di atap rumah warga menimbulkan suara berisik sekaligus kerusakan.

Setelah peristiwa ini terjadi, banyak masyarakat yang kemudian mencari tahu apa penyebab terjadinya hujan es seperti yang berlangsung di Depok.

Terkait fenomena alam ini, Peneliti Senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS (Institut Teknologi Sepuluh November), Dr Ir Amien Widodo MSi sudah pernah membahasnya.

Menurut Dr Amien, hail atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan hujan es ini terjadi karena awan cumulonimbus (Cb) yang sangat besar dan gelap seperti bentuk jamur.

Awan yang sering muncul dari awal hingga di akhir musim penghujan ini dapat menyebabkan hujan es karena aliran udara ke bawah yang cukup tinggi.

Baca juga: Mengenal Tawon Parasitoid, Besarkan Telur Lewat Kecoa, Laba-laba Hingga Ulat

“Dengan didukung suhu permukaan yang rendah, hujan yang akan turun bisa berbentuk butiran es,” jelasnya, dikutip dari its.ac.id, Kamis (26/10/2023).

Amien menerangkan, Cb juga dapat membawa angin puting beliung yang sangat kencang.

Hal ini bisa memperburuk hujan es.

“Hujan es ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia, kondisinya semakin parah karena semakin banyak titik yang mengalami hal ini,” ungkap dosen Departemen Teknik Geofisika ITS ini.

Dilansir dari Kompas.com, bahwa jika awan cukup tinggi dan suhu bumi lebih panas, es tersebut akan turun sebagai hujan air biasa.

Baca juga: Hormon Oksitosin, Hormon Kebahagiaan yang Datang saat Anda Jatuh Cinta

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved