TRIBUN WIKI

Daftar Gereja Katolik dan Protestan di Kota Medan yang Gelar Ibadah Jumat Agung 2026

Di Kota Medan terdapat 11 gereja katolik dan gereka protestan yang biasanya melaksanakan ibadah Jumat Agung.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Instagram @mickatedralmedan
MINGGU PALMA- Sejumlah jemaat Katedral Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda selepas melaksanakan ibadah Minggu Palma.(Instagram @mickatedralmedan) 

Ringkasan Berita:
  • Jumat Agung 2026 jatuh pada 3 April 2026
  • Di Kota Medan, terdapat sejumlah gereja yang akan melaksanakan ibadah Jumat Agung
  • Pelaksanaan ibadah ada yang dimulai sejak pagi hari pukul 07.30 WIB

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Dalam menyambut datangnya Jumat Agung 2026 pada 3 April 2026,, sejumlah gereja katolik dan gereja protestan di Kota Medan kabarnya akan melaksanakan ibadah misa sejak hari ini, Kamis 2 April 2026.

Bagi umat kristiani, Jumat Agung adalah hari yang suci.

Momen Jumat Agung menjadi pengingat atas peristiwa penyaliban dan kematian Yesus Kristus di kayu salib.

Baca juga: 100 Ucapan Jumat Agung 2026 yang Penuh Makna dan Doa Terbaik

Terkhusus bagi jemaat Gereja Katolik Santo Antonio Maria Claret, ia mengajak seluruh jemaat untuk meningkatkan iman, menjadi umat yang patuh pada Tuhan karena Tuhan telah berkorban untuk manusia.
Terkhusus bagi jemaat Gereja Katolik Santo Antonio Maria Claret, ia mengajak seluruh jemaat untuk meningkatkan iman, menjadi umat yang patuh pada Tuhan karena Tuhan telah berkorban untuk manusia. (Tribun Medan/HO)

Dalam ajaran kekristenan, Jumat Agung merupakan bagian dari Triduum Sakrum (Tri Hari Suci).

Triduum Sakrum ini meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci, sebagai puncak pengorbanan Yesus untuk menebus dosa manusia.

Menurut Injil dalam Perjanjian Baru, peristiwa Jumat Agung dimulai setelah Perjamuan Terakhir, yang terjadi pada malam Kamis.

Yesus Kristus ditangkap di Taman Getsemani, setelah dikhianati oleh salah satu murid-Nya, Yudas Iskariot.

Baca juga: Polres Pelabuhan Belawan Jaga Khidmatnya Jumat Agung dengan Patroli Skala Besar

Malam itu, Yesus Kristus dibawa ke pengadilan agama Yahudi (Sanhedrin).

Ia kemudian diserahkan pada Pontius Pilatus, gubernur Romawi.

Sebab, pada masa itu, hanya Romawi yang dapat menjatuhkan hukuman mati kepada seseorang yang dinilai melakukan kesalaham.

Namun, khusus terhadap Yesus Kristus, Pilatus sebenarnya tidak menemukan kesalahan yang fatal.

Tapi karena tekanan massa, Pilatus akhirnya menyerah dan memerintahkan penyaliban.

Sebelum Yesus Kristus disalib, ia mendapatkan perlakuan buruk dari orang-orang yang membecinya.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Kamis Putih, Mengenang Perjamuan Terakhir Yesus Kristus

Ribuan umat Katolik khidmat beribadah di Gereja Katedral Jalan Pemuda Nomor 1, Kota Medan, Jumat (7/4) sore. Ibadah Jalan Salib dimulai pukul 09.00 WIB kemudian dilanjutkan Misa Jumat Agung pada pukul 12.00 WIB dan 15.00 WIB, sementara tema yang diangkat 'Ia mendahului kamu ke Galelia; Jangan Takut!' (Matius 28:7, 10).
Ribuan umat Katolik khidmat beribadah di Gereja Katedral Jalan Pemuda Nomor 1, Kota Medan, Jumat (7/4) sore. Ibadah Jalan Salib dimulai pukul 09.00 WIB kemudian dilanjutkan Misa Jumat Agung pada pukul 12.00 WIB dan 15.00 WIB, sementara tema yang diangkat 'Ia mendahului kamu ke Galelia; Jangan Takut!' (Matius 28:7, 10). (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

Yesus Kristus dicambuk, dipakaikan mahkota duri, hingga dipaksa memikul salib ke Bukit Golgota.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved