Karo Terkini

Empat Titik di Kecamatan Juhar Dilanda Longsor dan Banjir Bandang, Dua Rumah Diterjang Material

Selama beberapa hari terakhir, sebagian besar wilayah Kabupaten Karo mengalami peningkatan curah hujan yang cukup tinggi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Personel TNI dan Polri, membantu masyarakat menyebrang di titik longsor di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Kamis (10/10/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Selama beberapa hari terakhir, sebagian besar wilayah Kabupaten Karo mengalami peningkatan curah hujan yang cukup tinggi. Bahkan, dua hari terakhir hujan mengguyur Bumi Turang dengan intensitas yang cukup tinggi dan durasi yang lama.

Setiap kali turun hujan, biasanya terjadi di sore hari dan terus bertahan hingga menjelang dini hari. Akibat cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Karo, membuat terjadinya bencana longsor di kawasan Kecamatan Juhar.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Kapolsek Juhar AKP Anggiat Nainggolan, dari laporan yang didapat diketahui ada empat titik longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Juhar. Mulai dari Desa Mbetung, Desa Jandi, Desa Lau Kidupen, dan Desa Ketawaren.

"Sampai hari ini, kita terima laporan empat titik yang longsor. Memang sejak kemarin terus hujan deras di Kecamatan Juhar," ujar Anggiat, Kamis (10/10/2024).

Diungkapkan Anggiat, dari empat titik yang mengalami longsor tersebut terjadi di waktu yang hampir berdekatan. Dimana, peristiwa ini terjadi pada Rabu (9/10/2024) malam mulai pukul 20.00 WIB hingga sekira pukul 23.45 WIB. Tak hanya longsor, bencana yang terjadi di Kecamatan Juhar juga dikabarkan terjadi banjir bandang.

Dikatakan Anggiat, dari peristiwa banjir bandang ini menyebabkan dua unit rumah milik warga rusak parah akibat diterjang banjir yang membawa material berupa lumpur itu. Kedua rumah yang rusak parah akibat terjangan banjir bandang, diketahui milik Detni Sembiring, dan Piahlit br Pinem.

"Untuk longsornya terjadi di Desa Ketawaren, ini yang harus segera kita atasi. Karena ada dua rumah yang rusak akibat dihantam longsor, tapi tidak ada korban jiwa," ungkapnya.

Hingga saat ini, dirinya menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan penanggulangan titik yang terkena longsor. Pasalnya, selain menerjang dua rumah warga di salah satu titik material longsoran juga sempat menutup akses utama dari Kecamatan Juhar menuju ke Kecamatan Tigabinanga.

"Tadi kita juga sudah koordinasi ke pemerintah, untuk dikirimkan alat berat untuk membantu membersihkan material," katanya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Karo Juspri Nadeak menjelaskan berdasarkan koordinasi yang dilakukan dengan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Medan, menunjukkan adanya potensi hujan yang akan terjadi selama beberapa waktu ke depan. Untuk itu, melihat curah hujan yang masih cukup tinggi pihaknya meminta kepada masyarakat agar selalu waspada.

"Untuk info curah hujan prediksinya masih bertahan sampai ke bulan Februari. Untuk itu, kepada masyarakat kami imbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan," ujar Juspri.

Dimana, seperti yang diketahui di wilayah Kabupaten Karo memiliki beberapa jenis potensi bencana setiap kali dilanda curah hujan yang cukup tinggi. Seperti potensi terjadinya bencana tanah longsor mengingat banyak kawasan perbukitan, kemudian potensi terjadinya banjir seperti di aliran sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung, hingga potensi terjadinya angin puting beliung.

(mns/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved