Pakpak Bharat

POTRET Satwa Liar Dilindungi Sudah Gunakan Koridor Artifisial di Jalan Lagan-Pagindar Pakpak Bharat

Koridor Artifisial ini dibangun membentang menghubungkan hutan di dua sisi jalan Lagan-Pagindar, guna membantu satwa-satwa liar dan dilindungi bebas.

|
Editor: AbdiTumanggor
Diskominfo Pakpak Bharat
Koridor Artifisial yang dibangun membentang menghubungkan hutan di dua sisi jalan Lagan-Pagindar, telah dilalui satwa-satwa liar yang dilindungi. (Diskominfo) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Beberapa ekor satwa liar dan dilindungi, tertangkap kamera trap sedang melintasi Koridor Artifisial (Canopy Bridge) yang dibangun oleh Dinas PUTR Hub Pakpak Bharat bekerja sama dengan Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa dan KPH XIV Sidikalang.

Koridor Artifisial ini dibangun membentang menghubungkan hutan di dua sisi jalan Lagan-Pagindar, guna membantu satwa-satwa liar dan dilindungi bebas mengakses habitat mereka pada dua sisi jalan tersebut.

Satwa liar gunakan koridor
Koridor Artifisial yang dibangun membentang menghubungkan hutan di dua sisi jalan Lagan-Pagindar, telah dilalui satwa-satwa liar yang dilindungi. (Diskominfo)

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Hub Pakpak Bharat, Juanda Tumanggor, ST menjelaskan, pembangunan Koridor Artifisial ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat Melalui Dinas PUTR Hub untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Inpres No. 1 Tahun 2023 tentang pengarusutamaan pelestarian keanekaragaman hayati dalam pembangunan keberlanjutan. 

"Maka dibangun kerja sama dengan Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa dan KPH XIV Sidikalang membangun koridor artifisial (Canopy Bridge) untuk menghubungkan kedua bagian hutan yang terpisah oleh jalan Lagan – Pagindar,"jelas Juanda Tumanggor, Sabtu (24/8/2024).

Setelah melakukan monitoring dengan kamera trap, akhirnya pada pemeriksaan kamera tanggal 4 Agustus 2024 koridor artifisial ini sudah mulai digunakan oleh satwa arboreal.

Satwa liar di Pakpak Bharat dilindungi
Koridor Artifisial yang dibangun membentang menghubungkan hutan di dua sisi jalan Lagan-Pagindar, telah dilalui satwa-satwa liar yang dilindungi. (Diskominfo)

Pada video yang terekam oleh kamera trap, 4 dari 5 koridor telah dipakai menyebrang oleh Tupai Hitam Besar (Ratufa bicolor) dan Kehkeh (Presbytis sumatrana).

Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan koridor artifisial ini cukup efektif dibuat pada jalur Aornakan – Lagan – Sibagindar.

"Ke depan, besar harapan bahwa koridor ini juga dapat digunakan oleh satwa arboreal lainnya seperti Siamang dan Orangutan, karena hutan Pakpak Bharat merupakan salah satu habitat Orangutan Sumatera (Pongo abelii),"ujar Juanda.

Beberapa waktu lalu, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat berkomitmen penuh untuk terus mengembangkan dan mendukung program-program Pembangunan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, keanekaragaman hayati dan keindahan alam Pakpak Bharat.

(*/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved