Pakpak Bharat

Pengembangan Gambir di Kabupaten Pakpak Bharat

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat kembali menggelar rapat lanjutan terkait program strategis perluasan areal gambir.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/DISKOMINFO PAKPAK BHARAT
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat kembali menggelar rapat lanjutan terkait program strategis perluasan areal gambir. Rapat ini dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sahat P. Boangmanalu, S.Pd, MM, Rabu (8/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM – Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat kembali menggelar rapat lanjutan terkait program strategis perluasan areal gambir.

Rapat ini dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sahat P. Boangmanalu, S.Pd, MM, Rabu (8/4/2026), yang menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut atas permintaan data pendukung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Tanaman gambir dikenal sebagai salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama untuk kebutuhan industri farmasi, kosmetik, dan penyamakan kulit.

Kabupaten Pakpak Bharat memiliki potensi besar untuk mengembangkan tanaman ini, sehingga pemerintah daerah berupaya menjadikannya sebagai komoditas unggulan.

PENGEMBANGAN GAMBIR PAKPAK 2026
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat kembali menggelar rapat lanjutan terkait program strategis perluasan areal gambir. Rapat ini dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sahat P. Boangmanalu, S.Pd, MM, Rabu (8/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Sahat Boangmanalu menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyiapkan berbagai data penting, mulai dari luas areal lahan gambir, jumlah kebun gambir yang aktif, hingga rencana lokasi pembangunan pabrik pengolahan.

Semua data ini diperlukan untuk mendukung rencana strategis pemerintah pusat dalam mengembangkan gambir sebagai komoditas nasional.

Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya mematangkan persiapan lahan untuk pembangunan pabrik gambir. Hal ini menjadi prioritas agar proses pengolahan gambir dapat dilakukan secara terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bersama Kementerian Pertanian RI dan PT Perkebunan Nusantara IV tengah menjajaki kerja sama besar. Target yang dicanangkan meliputi:

  • Perluasan Areal Tanam: 10.000 hektare lahan gambir baru akan dibuka.
  • Pabrik Pengolahan Gambir: Pabrik dengan kapasitas produksi hingga 14 ton per hari akan dibangun untuk mendukung pengolahan hasil panen.
RAKOR PENGEMBANGAN TANAMAN GAMBIR
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat kembali menggelar rapat lanjutan terkait program strategis perluasan areal gambir. Rapat ini dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sahat P. Boangmanalu, S.Pd, MM, Rabu (8/4/2026).

Program ini diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat Pakpak Bharat, antara lain:

  • Peningkatan Ekonomi Lokal: Dengan perluasan areal tanam, ribuan petani akan mendapatkan peluang usaha baru.
  • Lapangan Kerja Baru: Pembangunan pabrik pengolahan akan menyerap tenaga kerja lokal.
  • Nilai Tambah Produk: Gambir tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tinggi.
  • Dukungan Nasional: Keterlibatan Kementerian Pertanian RI menunjukkan bahwa pengembangan gambir di Pakpak Bharat masuk dalam agenda prioritas nasional.

Langkah Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam mengembangkan gambir melalui perluasan areal tanam dan pembangunan pabrik pengolahan merupakan strategi jangka panjang yang berpotensi mengubah wajah perekonomian daerah.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan kerja sama dengan BUMN perkebunan, gambir bisa menjadi komoditas unggulan yang mengangkat kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global. 

Apabila program ini berjalan sesuai rencana, Pakpak Bharat berpeluang besar menjadi pusat industri gambir nasional.

(*/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved