HUT 79 Kemerdekaan Republik Indonesia

Potret Peringatan Hari Kemerdekaan Ke 79 RI Masyarakat Bantaran Sungai Deli di Medan

Masyarakat bantaran sungai deli di kampung AUR Medan kembali merayakan hari kemerdekaan dengan melaksanakan upacara di pinggir sungai, Sabtu (17/8/20

TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN
Masyarakat kampung AUR Medan menggelar upacara peringatan hari kemerdekaan ke 79 Republik Indonesia di sungai, Sabtu (17/8/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masyarakat bantaran sungai deli di kampung AUR Medan kembali merayakan hari kemerdekaan dengan melaksanakan upacara di pinggir sungai, Sabtu (17/8/2024).

Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 79 ini diisi dengan semangat oleh masyarakat disana.

Meskipun pagi tadi kondisi sungai sedikit deras, sebab mulai malam hari sudah diguyur hujan hingga pagi.

Upacara dilaksanakan dengan hikmat, pemimpin upacara terlihat berdiri ditengah sungai, dan beberapa lainnya berjajar rapi disebrang sungai, menyaksikan bendera merah putih berkibar.

Sapri Tanjung, selaku tokoh masyarakat menyampaikan, pada hari kemerdekaan di tahun 2024 ini, juga mengkampanyekan untuk tidak membuang sampah ke sungai.

"Harapannya, dari kami edukasi warga agar tidak membuang sampah ke sungai lagi. Kami khususnya di Kecamatan Medan Maimun, telah membentuk bank sampah. Dan alhamdullilah bank sampahnya sudah berjalan selama dua tahun. Sehingga ini dapat menjadi momen meningatakan untuk sama sama menjaga lingkungan," ujarnya kepada Media.

Rasanya kebersamaan ini dikatakan Sapri perlu dijaga. Ia menyampaikan kegiatan ini terus terlaksana setiap tahunnya, yakni untuk menjaga kebersamaan. 

"Kami persiapan ini cukup singkat. Cuma lebih kurang 2 minggu. Persiapan dari pengalaman yang sudah ada sebelumnya," ungkapnya.

Anak-anak terlihat mengisi seluruh rangkaian acara, dengan sangat antusiasnya mereka bahkan menggaungkan yel yel bersama.

"Kemudian untuk melatih anak anak ini, butuh waktu yang singkat untuk melakukan kegiatan ini. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sanggar Perkasa, wadah yang paling lama di sini, dan didukung oleh lainnya untuk bisa bersinergi untuk memeriahkan acara ini," jelas Sapri.

Harapan masyarakat dengan diselenggarakannya upacara di sungai ini adalah sebagai bentuk kritik, agar pemerintah peduli dengan masyarakat pinggir sungai.

"Saya rasa ini bentuk kritik kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan sungai. Yang mana kebijakan Pak Bobby sudah baik. Tapi ini harus lebih digalakkan sehingga dapat mengedukasi kami yang ada di pinggir sungai deli ini," pungkasnya.

(cr26/tribun-medan.com)

Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved