Berita Viral

DUDUK Perkara Anggota Babinsa TNI Dibentak Warga, Kini Sadari Kesalahan dan Minta Maaf

Anggota Babinsa TNI sempat bersitegang dengan warga desa di Bendungan Pleret, Semarang, Jawa Tengah.

Editor: AbdiTumanggor
Istimewa
Duduk perkara Anggota Babinsa TNI dibentak-bentak sekelompok warga di Bendungan Pleret, Semarang, Jawa Tengah. (Istimewa) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Duduk perkara Anggota Babinsa TNI dibentak-bentak sekelompok warga di Bendungan Pleret, Semarang, Jawa Tengah.

Anggota Babinsa Serma Dhiyan Andrela menjelaskan, awalnya dirinya melarang warga berseluncur di bendungan Pleret, Semarang tersebut.

Serma Dhiyan Andrela mengaku ingin memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya berseluncur di bendungan tersebut.

Sebelum melakukan langkah itu, Serma Dhiyan mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta kecamatan Semarang Barat.

“Memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa itu sangat berbahaya apa yang dilakukan mereka.

Imbauan saya selaku Babinsa hanya memberikan pengarahan bahwa hal-hal yang membahayakan masyarakat,” ujar Serma Dhiyan, Sabtu (20/7/2024).

Bendungan tempat berselancar
Duduk perkara Anggota Babinsa TNI dibentak-bentak sekelompok warga di Bendungan Pleret, Semarang, Jawa Tengah. (Istimewa)

Warga meminta maaf

Sebelumnya, viral di media sosial  video perseteruan antara anggota TNI dan warga di Bendungan Pleret, Semarang, Jawa Tengah.

Menilik unggahan Instagram @nyinyir_update_officiallll, disebutkan seorang anggota TNI melarang warga untuk mandi dan bermain air di bendungan Pleret yang akhir-akhir ini menjadi destinasi wisata dadakan.

Alasan anggota TNI tersebut melarang yakni lantaran bahaya yang ditimbulkannya.

Dikhawatrikan, air di bendungan tersebut tiba-tiba mengalir deras dan meluap.

Terlebih lagi pasang surut arus air di sana tidak dapat diprediksi secara pasti.

Larangan anggota TNI bermaksud untuk menjaga keselamatan warga. Karena bukan tidak mungkin warga dapat terseret arus air.

Namun, warga justru merasa tak terima hingga terjadi perselisihan anatara mereka dengan anggota TNI tersebut.

Warga beranggapan bahwa anngota TNI tersebut tidak memihak pada kepentingan rakyat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved