Timnas Spanyol

Baru Juara Euro, Rodri dan Morata Terancam Sanksi Berat UEFA, Imbas Nyanyi Rasis Bernada Politik

Usai Pesta juara Euro 2024, Dua pemain pilar Timnas Spanyol, Rodri dan Alvaro Morata, terancam

Editor: Dedy Kurniawan
(INA FASSBENDER / AFP)
Gelandang Spanyol bernomor punggung 16 Rodri (tengah) mengangkat trofi saat berputar untuk menghormatinya setelah memenangkan pertandingan final sepak bola UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada tanggal 14 Juli 2024. (Foto oleh INA FASSBENDER / AFP) 

Tribun-Medan.com - Usai Pesta juara Euro 2024, Dua pemain pilar Timnas Spanyol, Rodri dan Alvaro Morata, terancam mendapatkan hukuman berat dari UEFA karena chant bermuatan politik yang mereka nyanyikan saat pesta juara La Furia Roja.

Saat perayaan Rodri dan Alvaro Morata terlibat masalah serius usai membawa Timnas Spanyol menjuarai EURO 2024.

Rodri dan Morata kelewat batas ketika merayakan gelar juara Spanyol sehingga memicu kontroversi.

Baca juga: DETIK-DETIK Petugas SPBU Terseret Mobil Kabur usai Isi BBM Rp300 Ribu, Korban Jatuh di Jalanan

Timnas Spanyol mengangkat trofi Euro 2024. Ini merupakan gelar keempat mereka di turnamen.
Timnas Spanyol mengangkat trofi Euro 2024. Ini merupakan gelar keempat mereka di turnamen. (Twitter.com/SEFutbol)

Insiden itu terjadi Plaza de Cibeles yang menjadi pemberhentian terakhir parade juara skuad asuhan Luis de la Fuente.

 

Pada momen tersebut, Rodri mengajak para suporter untuk menyanyikan chant "Gibraltar adalah bagian dari Spanyol".

Morata sempat menegur gelandang Man City itu dengan mengatakan, "Bukankan kamu bermain di Inggris?"

Rodri lalu menjawab bahwa dirinya tidak peduli.

Pemerintah Gibraltar pun murka dengan kedua pemain tersebut karena mencampurkan sepak bola dengan politik.

Baca juga: Ada 57 Adegan Dalam Rekonstruksi Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu

Melalui Federasi Sepak Bola mereka, Gibraltar lantas melaporkan hal itu kepada UEFA selaku otoritas tertinggi sepak bola Eropa.

 

Pihak Gibraltar berharap Spanyol mendapat hukuman.

 

"Pemerintah Gibraltar kecewa karena beberapa pemain Timnas Spanyol merayakan kemenangan Piala Eropa mereka dengan nyanyian komentar buruk tentang kami," demikian bunyi pernyataan PSSI-nya Gibraltar, dikutip BolaSport.com dari The Guardian.

"Ini adalah perpaduan yang tidak perlu antara kesuksesan besar olahraga dengan pernyataan politik diskriminatif yang sangat menyinggung warga Gibraltar."

Baca juga: Palak Sopir Truk, Warga Perumnas Martubung Ditangkap Polsek Belawan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved