Dituduh Ada “Main” dengan Asisten Dapur, Pengawas Yayasan Diduga Cekik Kepala SPPG Tegal Sari Medan
Seorang pria bernama Hapif Priangga (27) diduga mendapatkan tindakan penganiayaan saat sedang bekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang pria bernama Hapif Priangga (27) diduga mendapatkan tindakan penganiayaan saat sedang bekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hapif merupakan Kepala SPPG di dapur SPPG Tegal Sari Mandala III 2, yang berada di Jalan Pancasila, Gang Sekolah, Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.
Kasus yang menimpa Hapif sudah sempat viral di sejumlah akun media sosial (medsos). Dalam rekaman video CCTV yang tersebar, tampak Hapif mengalami dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria yang datang bersama pria lainnya. Diketahui, kedua pria tersebut yakni JN yang merupakan Ketua Yayasan Rang Minang Asli, dan juga AN yang merupakan pengawas dari yayasan tersebut.
Saat ditemui, Hapif menuturkan aksi dugaan penganiayaan yang dialaminya itu terjadi pada Selasa (31/3) lalu. Katanya, saat itu ia yang sedang mempersiapkan masakan untuk menu Makanan Bergizi Gratis (BMG) ke ribuan penerima manfaat esok hari. "Itu kasusnya tanggal 31 Maret kemarin sekitar malam hari. Saat itu saya cekcok dengan Ketua Yayasan, tapi di situ si pengawas yayasan tiba-tiba mencekik saya," ujar Hapif, Kamis (9/4).
Ketika ditanya perihal permasalahan apa yang membuat Ketua dan Pengawas Yayasan terlibat cocok hingga akhirnya terjadi penganiayaan, dirinya mengaku awalnya Ketua Yayasan menuduhnya ada “main” dengan Asisten Lapangan (Aslap) dapur SPPG. Di mana, ternyata Aslap yang merupakan seorang perempuan muda itu diduga masih ada hubungan kekeluargaan dengan Ketua Yayasan.
Padahal, diungkapkannya seringnya ia keluar malam hingga tengah malam untuk mencari pasokan yang kurang untuk keperluan dapur. Seperti pengadaan buah, dan bahan baku yang kurang, maupun sekedar peralatan tambahan yang memang harus dipenuhi sebelum MBG disebarkan ke sekitar 2500 penerima manfaat.
Baca juga: Barang Bukti 10 Kilogram, PN Medn Tuntut Mati Dua Kurir Sabu
"Jadi awalnya Ketua Yayasan nuduh saya kenapa sering keluar malam sama Aslap saya. Padahal di situ kami belanja untuk keperluan dapur, seperti bakan baku makanan atau lainnya yang jadi tanggungjawab saya. Jadi saya memang harus keluar untuk beli. Informasi yang saya dapat iya (keluarga)," ucapnya.
Saat terlibat cekcok, tak lama beselang ia mengaku oknum yang diketahui merupakan pengawas yayasan langsung melakukan kontak fisik. Dimana, AN langsung mencekik leher Hapif dan mendorong kursi yang semula ia duduki. Di dalam video CCTV, terlihat usai terdorong Hapif langsung mencoba berdiri dan membali dicekik oleh pria yang mengenakan baju berwana hitam itu. Tak sampai di situ, Hapif kembali mendapatkan intimidasi dengan didorong oleh AN secara berulang.
Suasana yang semakin rusuh, membuat sejumlah petugas yang ada di ruangan tersebut sempat melerai keduanya. Namun, dalam kondisi emosi AN masih terus beteriak dan sesekali menunjuk ke arah Hapif. "Di dalam ruangan itu tiga kali saya dicekiknya. Selain itu kepala saya juga didorong sampai kena ke dinding," katanya.
Selain mendapatkan penganiayaan, dirinya mengaku saat ia dibawa ke luar ruangan Ketua Yayasan kembali megintimidasi ke beberapa orang yang ada di dalam ruangan. Dimana, dari rekaman yang didapat JN yang saat itu mengenakan baju berwarna biru sempat mengintimidasi Aslap dan juga ahli gizi SPPG tersebut.
Usai kejadian, ia mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Dimana, ua telah membuat laporan polisi ke Polsek Medan Area yang dilaporkannya keesokan harinya pada Rabu (1/4). "Sudah saya lapor ke Polsek Medan Area, sudah diambil visum dan saya dimintai keterangan," pungkasnya. (mns/Tribun-Medan.com)
BGN beri motor ke SPPG
motor listrik SPPG
Pengadaan motor untuk MBG
motor listik mbg seharga 45 juta
| Komisi IX DPR Buka Opsi Panggil BGN, Dianggap Hamburkan Uang Beli Motor Listrik 21.800 untuk SPPG |
|
|---|
| BGN Dituding Hambur-hamburkan Uang, Pesan Motor Listrik Sebanyak 25.000 Seharga Rp42 Juta Per Unit |
|
|---|
| Pengakuan Menkeu Purbaya Kecolongan Pengadaan 21.800 Motor oleh BGN untuk Program MBG |
|
|---|
| Penjelasan Kepala BGN Dadan Terkait Puluhan Ribu Sepeda Motor untuk SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rekaman-CCTV-yang-menunjukkan-aksi-penganiayaan-yang-dialami-oleh-Kepala-SPPG.jpg)