Jemaah Haji
Kemenag Sumut Lantik 44 Orang Petugas Haji 2024 dan Lakukan Tes Makanan Jemaah saat di Pesawat
Sebanyak 44 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (P2IH) Sumatera Utara tahun 2024 resmi dilantik.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 44 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (P2IH) Sumatera Utara tahun 2024 resmi dilantik oleh Direktur Bina Haji dan Umroh Khusus Kementerian Agama RI Jaja Jailani, Senin (29/4/2024).
Pelantikan tersebut juga disertai dengan pengecekan makanan para jemaah haji saat berada di pesawat nantinya.
Dikatakan Jaja Jailani bahwa peningkatan jumlah jemaah haji tahun ini yakni 241.000 orang, diharapkan para petugas haji bisa bertugas dengan lebih baik.
"Dengan penambahan jemaah yang signifikan kita berusaha melakuan peningkatan layanan. Jumlah jemaah haji tahun ini terbesar, dari 221.000 sekarang jadi 241.000," ungkapnya.
Dalam menjalani haji tahun ini, ia juga mengingatkan kepada jemaah agar mengikuti aturan dan disiplin.
"Upaya agar tidak terjadi kejadian Musdalifah seperti tahun lalu, kita harapkan jemaah disiplin dan mengikuti instruksi petugas. Sehingga tidak ada lagi jemaah yang melakukan aktivitas diluar yang sudah ditentukan. Baik itu pelaksanaan wajib dan sunah, sehingga pula kesehatan jemaah tetap terjaga dan tidak kebobolan," ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi menyampaikan, dari Sumut terdapat 8.624 jemaah haji yang akan melaksanakan ibadah ke tanah suci di tahun 2024 ini.
Dari jumlah tersebut, 8.438 atau setara 97,85 persen visa jamaah sudah rampung. Sementara untuk PPIH kloter dan PHD sebanyak 187 orang.
"Jemaah akan diberangkatkan secara bertahap sebanyak 25 kloter. Dengan kloter pertama asal Kabupaten Asahan masuk Asrama Haji pada 12 Mei dan berangkat menuju tanah suci pada 13 Mei 2024 sekira pukul 03.50 Wib," jelasnya.
Qosbi menyebutkan untuk penyelenggaraan haji Sumatera Utara, pihaknya sudah siap memberangkatkan para calhaj musim tahun ini.
Pada tahun ini jumlah lansia sebanyak 416 jemaah, dimana ada kemudahan bagi lansia yang melaksanakan haji, yakni adanya aturan pendamping.
"Tahun ini ada kebijakan luar biasa dari pemerintah, lansia boleh didampingi keluarga yang sudah terdaftar sejak 13 mei 2019. Jemaah disabilitas juga tahun ini ada 5 orang, boleh didampingi," jelas Qosbi.
Ia berharap pada pelaksanaan haji tahun ini, para petugas dapat berkolaborasi dengan baik dan memberikan pelayanan maksimal kepada para jemaah.
"Mari kita laksanakan amanah tugas dengan baik dan benar sesuai bidang tugas masing-masing dan berkomitmen untuk mensukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H," pungkasnya.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook,Instagram dan Twitter
| Cerita Jemaah Haji Termuda dari Sumut, Yazid Nasution Senang Bisa Bantu Lansia di Tanah Suci |
|
|---|
| 359 Jemaah Haji Kloter Pertama dari Padangsidimpuan Tiba di Tanah Air |
|
|---|
| Cerita Jemaah Haji asal Sumut Khairunnida saat Wukuf di Arafah, Air Mata Berjatuhan |
|
|---|
| Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Debarkasi Medan Besok, Berikut Jadwal Lengkap Pemulangan |
|
|---|
| Jemaah Haji asal Sumut yang Wafat di Tanah Suci Bertambah 2 Orang, Berikut Daftarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kemenag-Sumut-lakukan-tes-makanan-jemaah-haji-di-Pesawat.jpg)