Sumut Terkini

Reaksi Kapolda Sumut Irjen Agung soal Ormas Ngotot Minta THR saat Lebaran: Tak Boleh Maksa

Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi merespons adanya anggota organisasi masyarakat (Ormas) yang memaksa meminta tunjangan hari raya (THR).

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi saat memaparkan operasi keselamatan Ketupat Toba, Rabu (3/4/2024). Kapolda menyebut 12.000 personel gabungan dikerahkan saat mudik lebaran. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi merespons adanya anggota organisasi masyarakat (Ormas) yang memaksa meminta tunjangan hari raya (THR) jelang lebaran.

Dalam beberapa momen, preman berseragam ormas tertentu kerap bersitegang dengan petugas perusahaan maupun pemilik toko.

Irjen Agung menyebut hal ini merupakan dinamika sosial di masyarakat.

Ia pun menegaskan tak boleh ada pemaksaan apapun terkait hal ini.

"Namun demikian, pada masyarakat semua kita tak boleh memaksa sesuatu,"ucap Irjen Agung usai apel gelar pasukan operasi ketupat Toba, Rabu (3/4/2024).

Kapolda mengatakan, pemberian tunjangan hari raya sudah ada aturannya yang dibuat pemerintah.

Terkait permintaan yang dilakukan preman, Agung pun meminta masyarakat memahami antara sedekah dan THR.

Sedekah, merupakan keikhlasan si pemberi untuk memberikan uang dan sebagainya.

"Saya imbau kepada masyarakat untuk bisa menghargai satu lainnya terkait dengan pemberian thr atau sedekah itu sesuatu yang beda. THR ada aturan, kalau sedekah itu keikhalasan."

Sebelumnya, Polda Sumut, Kodam I Bukit Barisan dan Pemrov Sumut menggelar operasi kepolisian ketupat Toba 2024 terhitung tanggal 4 hingga 16 April kedepan.

Sebanyak 12.152 personel gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pemerintah dikerahkan selama menjelang dan pasca lebaran.

Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan, pihaknya mendirikan 173 posko terpadu, pelayanan dan pengamanan yang bisa dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat dan sebagainya.

Masyarakat yang mudik menggunakan kendaraan diminta memanfaatkan pos yang disediakan ketika butuh istirahat.

Pemudik diharapkan tidak memaksakan diri berkendara karena dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan.

"Manfaatkan pos untuk istirahat, untuk berbuka puasa atau pun untuk sahur dan hal hal lain yang diperlukan termasuk pelayanan kesehatan, apabila ngantuk dalam perjalanan, kiranya bisa memanfaatkan pos yang kita siapkan,"kata Irjen Agung Setya Imam Effendi, saat apel gelar pasukan operasi ketupat Toba, Rabu (3/4/2024).

Puncak Arus Mudik Diprediksi H-2 Lebaran

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved