Berita Viral

Rektor Nonaktif UP Ngaku Menderita, Usia 72 Tahun Dituduh Pelecehan: Betapa Sedihnya, Malu!

Rektor nonaktif Universitas Pancasila ngaku menderita usai tuduhan pelecehan karyawan hingga mengaku

KOLASE/TRIBUN MEDAN
Rektor Nonaktif Universitas Pancasila Ngaku Menderita, Usia 72 Tahun Dituduh Pelecehan: Mereka Mau Jadi Rektor! 

TRIBUN-MEDAN.COM - Rektor nonaktif Universitas Pancasila ngaku menderita usai tuduhan pelecehan karyawan.

Rektor nonaktif Universitas Pancasila berinisial ETH (72) mengaku menderita dituduh melecehkan karyawan di usianya yang sudah tak lagi muda.

Bahkan, ETH mengaku tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan kepada dirinya membuat keluarganya sedih.

“Bapak dan ibu sekalian, saya punya keluarga. Saya punya istri dan anak-anak yang sudah besar. Bisa dibayangkan enggak betapa sedihnya mereka,” ujarnya, dilansir Tribun-medan.com dari Kompas.com, Jumat (1/3/2024).

Tak hanya sedih, ETH mengungkap, keluarga kecilnya juga malu jika dirinya diperlakukan seperti ini.

Pasalnya, selama 13 tahun menjabat sebagai rektor Universitas Pancasila, baru kali ini harga dirinya dijatuhkan.

“(Mereka) malu ayahnya diperlakukan seperti ini. Ini pembunuhan karakter,” tutur dia.

ETH menduga, ada oknum yang sengaja melakukan ini terhadap dirinya.

Terlebih pemilihan rektor Universitas Pancasila yang baru akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Memang saya cari-cari apa motif mereka sebetulnya. Tapi dugaan saya ini karena bertepatan dengan pemilihan rektor di Universitas Pancasila. Mereka pengin jadi rektor,” ungkapnya.

ETH mengaku menderita karena adanya isu ini.

Terlebih, ia dituduh telah melakukan pelecehan saat usianya tak lagi muda.

“Yang paling menyedihkan adalah disaat usia saya yang sudah tidak muda, pengalaman ini muncul dan itu sungguh suatu penderitaan yang tidak bisa terbayangkan.

Saya menderita karena tuduhan yang tidak mendasar,” imbuh dia.

Yansen Ohairat (kanan), kuasa hukum dua staf Universitas Pancasila yang diduga dilecehkan oleh ETH selaku Rektor Universitas Pancasila, menemani para korban yaitu RZ dan D (keduanya menggunakan masker) untuk pemeriksaan psikologis di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (27/2/2024). (kompas.com/Nabilla Ramadhian)
Yansen Ohairat (kanan), kuasa hukum dua staf Universitas Pancasila yang diduga dilecehkan oleh ETH selaku Rektor Universitas Pancasila, menemani para korban yaitu RZ dan D (keduanya menggunakan masker) untuk pemeriksaan psikologis di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (27/2/2024). (kompas.com/Nabilla Ramadhian) (kompas.com/Nabilla Ramadhian)

Sebagai informasi, Rektor nonaktif Universitas Pancasila, ETH, diduga melakukan pelecehan terhadap dua staf kampus, RZ dan DF.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved