Sumut Terkini
Pasien Keluhkan Tarif Parkir di Rumah Sakit Murni Teguh Susanna Wesley, Mobil Sampai Rp 300 Ribu
Ketika hendak pulang ia diminta untuk membayar tarif parkir sebesar Rp 50.000 per malam, dan besaran tersebut menurutnya tidak masuk akal.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keluarga pasien yang melakukan rawat inap di Rumah Sakit Murni Teguh Susanna Wesley mengeluhkan tarif parkir yang sangat mahal.
Ujiana Sianturi, keluarga pasien menyampaikan dirinya harus membayar tarif parkir sebesar Rp 300 ribu rupiah untuk kendaraan roda empat, pada parkiran di wilayah RS tersebut karena harus menjaga suaminya yang rawat inap disana.
"Kejadian nya pada hari Kamis tanggal 8 Februari 2024 sekitar pukul 20:50 malam, saat itu suami saya di nyatakan boleh pulang dan rawat jalan dari RS Murni Teguh Susanna Wesly setelah selesai HD ( Hemodialisis ) dan suami saya saat itu pasien dari HCU/ICU sebelum dinyatakan pulang dan rawat jalan selama beberapa hari di pindahkan ke ruangan untuk pemulihan," ceritanya kepada Tribun Medan, Minggu (10/2/2024).
Ketika hendak pulang ia diminta untuk membayar tarif parkir sebesar Rp 50.000 per malam, dan besaran tersebut menurutnya tidak masuk akal.
"Jadi petugas parkir mencek lewat monitornya tanggal berapa masuk mobil saya ke RS, jadi sesuai monitornya mobil masuk ke RS pada tanggal 02 Februari 2024 malam dan kami keluar dari RS pada tanggal 08 Februari 2024, petugas parkir menyampaikan kami harus bayar Rp. 50.000/malam serta denda 24.000/hari karena tanpa karcis parkir," jelasnya.
Diceritakannya, mereka sempat adu mulut di pintu parkir, karena meminta untuk pembayaran dilakukan cashless karna terpampang pula sistem pembayaran tersebut disana, ataupun ia meminta slip melalui sistem yang seharusnya.
Tetapi petugas parkir enggan mengiyakan, dan tetap kekeh untuk meminta uang parkir secara tunai.
"Terus saya sangat keberatan karena si petugas parkir memaksakan harus bayar tunai dan di sampaikan hanya bisa membantu tidak men denda biaya tanpa karcis, saya minta tolong terus, kebetulan saat itu saya pegang uang tunai hanya Rp 50.000, dan saya di tagih Rp. 306.000 dan saya tidak mengerti sistem perhitungannya," ujarnya.
Akhirnya, ia memutuskan untuk melakukan pembayaran via transfer, dan akhirnya diberikan No rekening Bank Mandiri setelah hampir 1 jam dan di transfer ke rekening tersebut Rp. 306.000.
"Secara pribadi saya sangat keberatan tarif parkir yang ada di RS tersebut, apalagi untuk tarif ke pasien rawat inap, dan dengan pengalaman saya tersebut, saya pikir petugas parkir sudah tidak manusiawi," tukasnya.
Sangat tidak wajar menurut Ujiana, jika dikenakan tarif parkir kepada kendaraan pasien yang opname di RS tersebut yang sangat begitu mahal.
Sebab, rumah sakit bukan pusat perbelanjaan, sedangkan menginap di hotel parkir nya gratis sementara ini adalah Rumah Sakit.
Ia memohon kepada pihak management Rumah Sakit, Bapak Pj. Gubernur Sumatera Utara, Bapak Kapolresta kota Medan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ), DPRD kota Medan, khususnya Bapak Wali kota Medan, agar ditertibkan tarif parkirnya.
"Karena membuat para pasien dan keluarga pasien sangat tidak nyaman," pungkasnya.
Tribun Medan sudah mengonfirmasi ke pihak rumah sakit, tetapi belum dapat jawaban.
(cr26/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bukti-pembayaran-tarif-parkir-di-RS-Murni-Teguh-Susanna-Wesley.jpg)