Sumut Terkini

Mentan Klaim Food Estate Tidak Gagal, Andi Amran: yang Menyebut Gagal itu Orang Gagal Hidup

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membantah proyek Food Estate disebut gagal. Menurut Amran, pertanian bukanlah hal instan

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN-MEDAN.com/Rechtin
Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman saat diwawancarai usai pembinaan petani dan penyuluh pertanian di Lapangan Benteng Medan, Senin (5/2/2024). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membantah proyek Food Estate disebut gagal.

Menurut Amran, pertanian bukanlah hal instan dan membutuhkan waktu untuk berproses.


"Pertanian bukan seperti mie instan, mau makan hari ini masak hari ini langsung jadi. Pertanian butuh proses, produksi pertamanya, lima tahun nanti naik delapan ton, sembilan ton, harus ada adaptasi. Iklimnya, kontur tanahnya, teksturnya dan sebagainya, ada water manajemennya kita perbaiki," ujar Andi Amran Sulaiman saat diwawancarai usai pembinaan petani dan penyuluh pertanian di Lapangan Benteng Medan, Senin (5/2/2024).


Dikatakan Amran, pihak yang menyebut Food Estate gagal adalah orang yang gagal hidup.


"Seperti orang baru lahir, lahir tidak langsung lari. Jadi kalau ada orang katakan (food estate) gagal itu orang gagal hidup. Coba perhatikan yang selalu mengatakan gagal, petarung, pendekar, pemimpin negeri ini tidak boleh mengatakan gagal," katanya. 


Menurut Amran, Food Estate hanya butuh penyempurnaan di beberapa sisi dalam pelaksanaannya.


"Itu bukan gagal tapi tertunda, lalu kita coba dan coba lagi. Tidak ada kata salah, ada yang perlu disempurnakan," ucapnya.


Lebih lanjut Amran juga mengatakan pertanian bukan hal yang harus diperdebatkan tapi dikerjakan. Ia menilai food estate adalah solusi ketahanan pangan di masa kendatang.


"Nah ini adalah masa depan bangsa, food estate masa depan bangsa kalau nanti penduduk kita meledak sampai 500 juta, sampai 1 miliar pangannya gimana? Kalau kita stop eskpor impor apa yang terjadi? Kelaparan massal, jadi jangan dipolitisasi masalah pangan, ini krusial, ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara," pungkasnya.


Sebelumnya, proyek Food Estate ramai diperbincangkan khususnya pada debat cawapres keempat pada Minggu 21 Januari 2024 lalu.


Cawapres nomor urut 01 Muhaimin Iskandar dan cawapres nomor urut 02 Mahfud MD kompak menyebut proyek food estate gagal dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Muhaimin menilai upaya pengadaan pangan melalui proyek Food Estate selama 10 tahun terakhir telah mengabaikan petani, meninggalkan masyarakat adat serta menghasilkan konflik agraria.


Senada, cawapres nomor urut 03 Mahfud MD juga menyoroti program Food Estate yang dianggap gagal mewujudkan kedaulatan pangan dan justru merusak lingkungan.


"Jangan seperti Food Estate yang gagal yang merusak lingkungan. Rugi dong kita," ucap Mahfud dalam debat cawapres, Minggu (21/1/2024).

(cr14/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved