Berita Medan
Satu Koridor Bus Listrik di Medan Akan Dibangun Awal 2024, Ini Penjelasan Kadishub
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis mengatakan, awal Tahun 2024 pihaknya akan melakukan percontohan satu koridor pengunaan bus listrik
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis mengatakan, awal Tahun 2024 pihaknya akan melakukan percontohan satu koridor pengunaan bus listrik di Kota Medan.
Hal tersebut dikatakan Iswar sesuai arahan Wali Kota Bobby Nasution yang meminta 30 persen Bus Rapit Transit diganti atau ditambah menjadi bus listrik.
Iswar menerangkan, nantinya ada satu koridor yang akan dijadikan tempat bus listrik di Kota Medan.
"Jadi kendaraan listrik ini banyak keunggulan. Selain nyaman, suara tidak ada, polusi juga tidak ada sehingga udara bisa menjadi bersih. Untuk itu ada program Mastran yang akan kita laksanakan di tahun depan," jelasnya Kepada Tribun Medan, Sabtu (16/12/2023).
Dikatakan Iswar, pihaknya sudah sepakat minimal 30 persen dari program Mastran ini dilayani jenis bus listrik.
"Program ini sudah dilaporkan oleh Pak Wali. Pak Wali juga sudah setuju. Insyaallah awal tahun kita akan mengoperasionalkan satu koridior percontohan spesial bus listrik," jelasnya.
Selama percontohan ini berlangsung, nantinya masyarakat yang hendak menggunakan bus listrik tidak akan dipungut biaya.
"Awal tahun itu gak sampai dua minggu lagi. Insyaallah kalau tidak ada halangan ini akan dimulai dan semua penumpang masih diterapkan pembayaran secara gratis," jelasnya.
Untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) dijelaskan Iswar, akan dibangun di Terminal Amplas yang lama.
"Mulai Senin akan dikerjakaan. Insyallah minggu depan akan kita informasikan kembali," terangnya.
Apabila bus listrik telah beroperasi, Iswar menargetkan per 15 menit sekali bus telah tiba.
"Karena tujuannya ini untuk percepatan pelayanan. Jadi kita usahakan per 15 menit sudah tiba di stasiun," jelasnya.
Diberitakan beberapa hari lalu, Wali Kota Medan Bobby Nasution berencana mengganti atau menambah Bus Rapid Transit (BRT) dengan kendaraan listrik.
Dijelaskan Bobby, nantinya 30 persen kendaraan BRT akan diganti dengan kendaraan listrik.
Namun, Bobby belum bisa memastikan apakah akan menambah atau menggantikan BRT dengan kendaraan listrik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Iswar-dan-Kompol-Rikki.jpg)