Cara Politisi Muda Meryl Saragih Kenalkan Tupoksi Anggota DPRD Sumut Lewat Parliament Tour

Lewat program Parliament Tour, Meryl Saragih memperkenalkan tugas-tugas anggota DPRD Sumut sebagai lembaga penerima dan penerus aspirasi masyarakat.

Editor: Jefri Susetio
Istimewa
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Fraksi PDI-Perjuangan, Meryl Rouli Saragih, kembali mengenalkan tugas pokok dan fungsi anggota legislatif sebagai lembaga penerima dan penerus aspirasi masyarakat. 

TRIBUNMEDAN.COM, MEDAN - Anggota DPRD Provinsi Sumut fraksi PDI Perjuangan Meryl Rouli Saragih mengenalkan tugas pokok dan fungsi anggota legislatif kepada mahasiswa Politeknik Negeri Medan.

Lewat program Parliament Tour, ia memperkenalkan tugas-tugas anggota DPRD Sumut sebagai lembaga penerima dan penerus aspirasi masyarakat.

"Saya yakin 100 persena anak muda penentu masa depan bangsa Indonesia. Adanya anak muda seperti mahasiswa ini yang mau dan melek tentang parlemen dan politik bisa berbuat untuk kepentingan bangsa," ujarnya saat menyampaikan materi terhadap ratusan mahasiswa.

Baca juga: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sibolga Nahkodai TKD Ganjar Mahfud MD: Segera Rapat Kerja

 

Adapun mahasiswa yang mengikuti program Parliament Tour dari Jurusan Akuntansi Keuangan Publik Politeknik Negeri Medan (Polmed).

Pada kesempatan itu, Meryl memberikan penjelasan parlemen dan mengajak mahasiswa untuk menyaksikan langsung rapat paripurna DPRD Sumut.

Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut ini juga menekankan mahasiswa dan anak muda penentu masa depan Indonesia. Ada 60 persen pemilih dari kalangan anak muda.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, hidup kita diatur oleh politik," katanya.

Bagi Meryl terjun ke dunia politik bukan sekadar duduk sebagai anggota legislatif. Tetapi harus bisa menjadi alat untuk memperjuangkan hak-hak rakyat.

"Kontribusi menjadi anggota legislatif adalah bagaimana bisa mengatur anggaran, membuat kebijakan dan peraturan untuk kesejahteraan masyarakat khsususnya di Sumatera Utara," ujarnya.

Ketua Bapemperda DPRD Sumatera Utara ini, menjunjung tinggi sistem meritokrasi. Dimana, meyakini selama punya kemampuan kapasitas punya kesempatan untuk menjadi apa yang diinginkan.

"Selama punya tupoksi dan kemampuan terlepas dari suku, agama, ras dan golongan, selama kamu punya kompetensi maka siap untuk berkompetisi," katanya.

Melalui Parlimen Tour ini, lanjut Meryl, bisa melihat anak muda yang berani bicara dan berani berdebat menyampaikan kritisnya.

Jadi, keistimewaan menjadi mahasiswa adalah ketika berani berbicara meskipun salah tetapi keberanian itu menjadikan untuk terus belajar.

Baca juga: Momentum Hari Sumpah Pemuda, Meryl Saragih Ajak Anak Muda Sumut Bergerak Bersama Majukan Indonesia

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved