Bully di SMAN 1 Stabat

Pelaku Bullying Tak Dikeluarkan dari SMAN 1 Stabat, Orang Tua Pelaku Beri Bantuan Psikolog ke Korban

Kepala SMAN 1 Stabat mempertemukan keluarga korban dan pelaku pascaviralnnya aksi bullying terhadap seorang siswi berinisial A di sekolah tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/HO
Foto korban ketika jilbabnya ditarik oleh terduga pelaku di dalam ruang kelas SMA N 1 Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Minggu (15/10/2023). 

Kini keluarga yang anaknya menjadi korban bullying hanya pasrah menerima kenyataan tersebut. 

Sebagai gantinya, orang tua pelaku memberikan bantuan psikolog kepada korban untuk mengembalikan semangat dan mentalnya yang jatuh usai dibully habis-habisan hingga terjadi dugaan pelecehan seksual dengan memegang area sensitif pada dadanya. 

"Dibilang puas tak puas lah, ya bagaimana lagi. Kita dengan adanya pertemuan ini, proses lah sampai waktu minimal dua minggu menerima psikolog yang datang ke rumah," kata pria berinisial H yang mewakili keluarga korban di sekolah, Senin (16/10/2023). 

Keluarga korban hanya pasrah menerima hasil pertemuan tersebut.

Harapannya, waktu maksimal hingga empat minggu atau satu bulan untuk mengembalikan dan pengembangan mental anak dari psikolog membuahkan hasil. 

Jika tidak, keluarga korban perundungan akan kembali datang ke sekolah menyoal hal tersebut.

Dia menambahkan, psikolog yang mengobati rasa trauma korban datang ke rumah dan didampingi keluarga. 

"Dibilang ngambang gak, karena di sekolah, tidak di luar sekolah, harus dihargai," serunya. 

Dia mengakui, keluarga korban bullying atau perundungan meminta agar para pelaku dapat dikeluarkan dari sekolah negeri ternama di Kabupaten Langkat tersebut. 

"Tapi gak dikabulkan, makanya nanti perkembangan (psikolog) akan dilihat," bebernya. 

Sebelumnya beredar di media sosial video seorang siswi SMA Negeri 1 Stabat, Kabupaten Langkat menjadi korban bully teman satu sekolahnya.

Aksi bully yang menimpang korban berinisal A itu pun viral

Amatan Tribun Medan, korban diganggu atau dibully oleh temah satu sekolahnya dengan cara mengolok-ngoloknya.

Tak hanya itu, jilbab korban yang sudah bagus diperbaiki, ditarik oleh salah satu terduga pelaku bullying berinisial BNQ.

Ironisnya, BNQ diduga sudah sering membully korban. Dan disebut-sebut terduga pelaku merupakan keponakan Anggota DPRD Langkat berinisial P.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved