MISTERI Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Terpecahkan, Pelaku Menyerahkan Diri, Ini Sosoknya
Polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa yang merenggut naywa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) tersebut.
Ketika polisi melakukan olah TKP, banyak sidik jari Danu terlacak di lokasi pembunuhan. Ia sempat dicurigai sebagai pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.
Setelah 2 bulan penyidikan berjalan, Danu pernah memberikan pengakuan mengejutkan. Ia menceritakan bahwa tanggal 19 Agustus 2021, atau sehari setelah kejadian, ia sempat diajak masuk ke dalam mobil Alphard, tempat jasad Tuti dan Amalia ditemukan.
"Telapak tangan ada di mobil?" tanya Suci, seorang youtuber.
Ditanya seperti itu, Danu pun mengangguk. Danu mengaku masuk ke dalam mobil itu lantaran disuruh oleh pihak kepolisian dari Polres Subang. "Itu disuruh sama polisi. Sama pihak kepolisian ikut, tadinya Danu juga enggak mau ikut, tapi akhirnya ikut aja, nurut. Ada polisi sama sopir polisi," cerita Danu.
Ketika itu, Danu membuka pintu mobil tanpa pakai sarung tangan. "Polisi pakai sarung tangan, cuma Danu tidak," katanya.
Danu mengaku aksinya itu gegabah. "Gak kepikiran, namanya juga inget terus (ke Tuti dan Amalia) jadi ikut aja, ke dalam mobil ikut," kata Danu.
Danu juga menceritakan momen saat ia diminta polisi membersihkan kamar mandi TKP. "Disuruh bersihin bak mandi, 'Nu kadieu heula (ke sini dulu) bersihan ceunah ini, keruk weh airnya, dikuras," kata Danu.
"Tadinya Danu enggak mau. Katanya (polisi) kuras weh airnya (bak mandi)," ujar Danu.
"Kata polisi gak mau bersihin bak, jadi Danu (saja yang bersihkan)," pungkas Danu.
Adapun hasil olah TKP, polisi menduga bahwa jasad Tuti sempat dibersihkan di kamar mandi sebelum dibawa ke bagasi mobil Alphard. "Korban ini kemudian digeser ke kamar mandi diduga untuk dibersihkan, baru kemudian menggesernya ke bagasi," kata AKBP Sumarni, Kapolres Subang saat itu.
Pengakuan Danu Seusai Pembunuhan
Danu, dalam video yang diunggah di kabar YouTube Misteri Mbak Suci mengatakan dengan jujur mengenai apa yang dilakukannya di lokasi TKP setelah Tuti dan Amel tewas.
Diungkapkan Danu, sehari setelah Tuti dan Amel tewas tepatnya pada 19 Agustus 2021 malam, Danu mengaku disuruh membeli lampu untuk dipasang di TKP. Namun, lampu tersebut tidak menyala setelah dipasang. “Kok kayak konslet (lampunya),” kata Danu.
Lampu yang tidak bisa meyala itu, Danu mengatakan bahwa itu harus ke dalam rumah untuk membenarkannya. Pada malam 19 Agustus 2021 itu, Danu juga mengaku jika pada saat itu kondisi daerah TKP memang sedang hujan.
Dan Danu juga mengatakan jika dirinya sempat merokok di lokasi TKP pada saat itu. Kemudian bekas rokok Danu itu diakuinya dibuang ke samping rumah TKP. Danu mengaku tidak menyangka jika puntung rokok bekasnya dijadikan sebagai alat bukti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/danu-subang-tribunmedan.jpg)