MISTERI Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Terpecahkan, Pelaku Menyerahkan Diri, Ini Sosoknya

Polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa yang merenggut naywa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) tersebut.

Editor: Juang Naibaho
Tribun Jabar/Youtube Kompas TV
Muhammad Ramdanu alias Danu kini ditetapkan tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang, Selasa (17/10/2023). 

"Danu masih harus kita dukung dan kita kawal, dan Danu tetap berani, tetap eksis untuk menyatakan yang sebenar-benarnya," katanya.

Dikatakan Taufan, selama ini Danu banyak sekali mendapat intervensi. "Kita musti memahami bahwa Danu ini sejak awal kasus Subang berjalan terjadi sampai hari ini terlalu banyak intervensi-intervensi yang dihadapi oleh Danu," kata Achmad Taufan.

Ia kemudian memberikan contoh intervensi yang dialami oleh Danu. Menurut dia, Danu sampai 15 kali dijemput oleh orang tak dikenal. "Dulu pada saat masih ditangani oleh Polres Subang, itu Danu di luar dari agenda pemeriksaan yang resmi, Danu lebih dari 15 kali dijemput oleh oknum yang menyatakan bahwa dia adalah penyidik," tuturnya.

Namun oknum tersebut nyatanya tidak membawa Danu ke kantor polisi. Keponakan Tuti ini justru dibawa ke tempat lain. "Tapi dalam perjalanan itu tidak ke Polres, melainkan ke lokasi-lokasi yang Danu sendiri tidak tahu, dan di situ banyak intervensi yang Danu alami," katanya lagi.

Sehingga, lanjut Achmad Taufan, dengan usia Danu yang masih muda dan menghadapi situasi ini pasti mengalami goncangan. "Apalagi membongkar kasus ini, mengakui dengan pengakuan yang sebenar-benarnya dalam kasus ini, ini taruhannya sangat besar," tandasnya.

Pengakuan Ponakan Tuti, Danu Disuruh Bersihkan Lokasi Pembunuhan Subang
Pengakuan Ponakan Tuti, Danu Disuruh Bersihkan Lokasi Pembunuhan Subang (ISTIMEWA)

Jejak Kasus

Pada Rabu (18/8/2021) pagi, Yosef pulang ke rumah yang ia tempati bersama Tuti dan Amalia. Sebelumnya pada Selasa (17/8/2021) malam, Yosef pergi ke rumah istri mudanya.

Saat itu, Yosef mendapati rumahnya berantakan. Ia juga tak menemukan Tuti dan Amalia. Merasa ada yang janggal, Yosef lantas melapor ke Polsek Jalan Cagak. Bersama anggota kepolisian, ia mencari keberadaan istri dan anaknya.

Yosef dan polisi menemukan ceceran darah di sekitar lokasi kejadian yang mengarah ke mobil Alphard. Ketika bagasi dibuka, ditemukan jasad Tuti dan Amalia dalam kondisi tumpang-tindih serta mengeluarkan banyak darah.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, dan mengautopsi kedua jenazah. Hasil autopsi menunjukkan bahwa Tuti dan Amalia tewas dengan luka berat di kepala karena diduga akibat serangan benda tumpul. Adapun Tuti juga mengalami luka robek di bibir.

Polisi menemukan papan pencuci baju dengan noda darah yang diduga sebagai alat untuk memukul kedua korban. Ditemukan juga pisau dan karpet dengan bercak darah di sekitar lokasi penemuan kedua jenazah.

Hasil autopsi juga menunjukkan bahwa Tuti diperkirakan lebih dulu dibunuh oleh pelaku. Tuti diperkirakan meninggal sekitar pukul 01.00 WIB, sedangkan Amalia pukul 05.00 WIB.

Kepolisian menduga Tuti dieksekusi di kamar tidurnya. Dugaan itu muncul berdasarkan hasil olah TKP, di mana ditemukan bercak darah di kamar tidur Tuti. Polisi juga menduga bahwa jasad Tuti sempat dibersihkan di kamar mandi oleh pelaku, sebelum akhirnya dimasukkan ke bagasi mobil Alphard. Sementara itu, polisi menduga bahwa Amalia sempat melawan saat diserang oleh pelaku.

Keterangan Danu

Danu, keponakan Tuti, menjadi satu di antara beberapa saksi yang paling sering dimintai keterangan oleh penyidik. Namun, keterangan Danu selalu berubah-ubah.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved