Akhmad Yasyir Ridho Loebis Pengin Lahirkan Anak Idologis Sebelum Pensiun dari Dunia Politik

Anggota DPRD Sumut Fraksi Golkar, H. Akhmad Yasyir Ridho Loebis membeberkan mimpi besarnya sebelum pensiun dari dunia politik.

Tayang:
Editor: Jefri Susetio
TRIBUNMEDAN.COM/JEFRI SUSETIO
Anggota DPRD Sumut Fraksi Golkar, H. Akhmad Yasyir Ridho Loebis membeberkan mimpi besarnya sebelum pensiun dari dunia politik. 

TRIBUN: Jadi kalau Bapak Magister, anak-anak harus doktor begitu?

YASYIR RIDHO: Ya benar saja. Kalau anak saya tidak mampu mengimbangi pendidikan saya bukan anaknya saya saja yang gagal. Tapi saya sebagai orangtua ikut gagal.

Jadi harus hati-hati. Keberhasilan saya sebagai orangtua apabila anak saya lebih dari saya.

Bapak saya sudah berhasil lantaran melahirkan saya. Bapak saya tamat SMA sedangkan saya sudah magister. Saya melampaui Bapak saya. Jadi yang berhasil itu Bapak-ku bukan aku.

Bapak saya dulu bekerja sebagai PNS tapi PNS masa lalu bagian dari partai politik yakni Partai Golkar. Bapak saya juga punya kartu Golkar. Lalu pada 1971 sampai 1977 aktif di Partai Golkar.

Kemudian, Bapak saya mencalonkan diri sebagai anggota DPRD pada 1977 tapi belum berhasil karena nomor urut sepatu. Dan, sekarang saya menang sehingga saya nyatakan yang sukses itu Bapak-ku.

Saya anggota DPRD Sumut dua periode dan semua jabatan sudah pernah saya lalui. Seperti menjadi ketua fraksi serta pimpinan dewan. Saat ini, saya tidak jadi apa-apa. Artinya, yang sukses itu orangtua saya bukan saya.

TRIBUN: Jadi kalau anak Abang bagaimana?

YASYIR RIDHO: Anak-anak saya larang masuk politik. Saya tidak mau mereka masuk ke dunia politik. Politik ini bukan bagian dari hidup mereka.

TRIBUN: Apa Abang rasa mereka tidak mampu mengiktui dinamika politik ini?

YASYIR RIDHO: Pasti-pastilah dinamika kehidupan dunia politik tidak sama dengan kehidupan lainnya. Kalau dia jadi PNS dan wirausaha tidak ada hubungan trik dan intrik politik.

Kalau kita di politik inikan berbeda. Hari demi hari itu harapan demi harapan. Tidak ada yang pasti, kepastian setelah diputuskan Allah SWT.

TRIBUN: Andai kata nanti ada baru menemukan passion ketika tamat kuliah.

YASYIR RIDHO: Saya tidak yakin karena passion. Tidak. Saya yakin itu karena didesain orangtuanya, mungkin takut anak-anaknya jadi pengangguran makanya dibuat jadi calon anggota DPRD.

Kalau saya, saya rasa tidak. Saya tidak pengin anak-anak saya terjun ke dunia politik. Mungkin yang akan saya lakukan melahirkan kader-kader idiologis bukan kader biologis.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved