Berita Viral
PROFIL Sabiq Muhammad Kades Umur 25 Tahun, Lepas Beasiswa S2 ke China, Menang Lawan 14 Calon
Sejak dulu, Sabiq berupaya cari celah untuk menjadi bagian dari rakyat. Saat di rumah, dia menjadi pemimpin tahlilan, selain mendampingi para petani.
Maka, di 100 hari masa kerjanya, Sabiq berupaya untuk merealisasikan sejumlah program termasuk membumikan pupuk organik.
Baca juga: Brutal, Kalah Main PS, Bocah 10 Tahun Maki dan Injak-injak Teman Sendiri
Dia paham, potensi Prawatan adalah pertanian dan memiliki sejumlah problem, termasuk krisis air.
Sumur yang sudah digali pun harus digali lebih dalam untuk mendapatkan air yang bersih.
“Selain membumikan pupuk organik, kami juga membuat peta sungai. Ini ada titik-titik rawan krisis (kekeringan).
Jadi, bagaimana kemudian, kami menjamin hak atas air untuk warga dan petani,” urainya.
Kemenangan Sabiq sebagai Kades Prawatan disebut tanpa politik uang.
“Awalnya ada 15 calon, terus lanjut 5 calon dan yang naik panggung ada 3 calon. Saya dapat suara cukup banyak, ada 1.655 dan tanpa money politic," kata dia.
“Kami tidak mau beli suara per kepala karena itu tidak mendidik dan memupuskan mimpi mereka tentang kesejahteraan,” jelas Sabiq.
Ayah Sabiq, Purwadi Hidayat (58), merasa bangga dengan pencapaian sang putra.
Tapi di sisi lain, dia pun juga merasa bimbang.
Satu minggu setelah pendaftaran pilkades, Purwadi masih bimbang, apakah Sabiq mampu menjadi pemimpin yang baik jika terpilih.
“Satu minggu itu saya bimbang. Karena Sabiq sudah dapat beasiswa kuliah di luar negeri.
Kompetisinya kan luar biasa. Eman-eman kalau dilepas, tapi itu dorongan masyarakat, ya sudah,” bebernya.
Purwadi sudah menyiapkan jadwal untuk anak-anaknya agar bisa sekolah tinggi.
Dia berkomitmen untuk membekali ilmu pendidikan, bahkan hingga jenjang doktoral.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PROFIL-Sabiq-Muhammad-Kades-Umur-25-Tahun-Lepas-Beasiswa-S2-ke-China-Menang-Lawan-14-Calon.jpg)