Banjir di Medan Makin Menjadi-jadi, Dewan Minta Penegak Hukum Tingkatkan Pengawasan Proyek Drainase
Menurutnya, permasalahan banjir di Kota Medan masih menjadi perbincangan dan keluhan.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
Untuk itu, ia meminta Pemko Medan untuk segera mengatasi ininya, mengingat anggaran untuk proyek ini sudah lebih dari cukup.
Pengamat Sebut Wali Kota tak Tau Penyebab Banjir
Pengamat Tata Kota dan Lingkungan Jaya Arjuna mengatakan, Wali Kota Bobby Nasution belum mengetahui apa penyebab dari banjir tersebut.
Seluruh program yang dilakukan Bobby Nasution hari ini untuk mengatasi banjir bukanlah idenya sendiri. Melainkan program itu sudah ada sejak tahun 2011 lalu.
"Medan ini tidak boleh banjir, bahkan sejak dibangun Belanda. Orang-orang Belanda itu inginkan Kota Medan cantik, indah, dan tempatnya orang-orang kaya," jelasnya.
Dikatakannya, ada 200 meter kanal yang dibangun pada masa Belanda untuk mengatasi banjir. Namun seiring waktu perlu ada perbaikan. Untuk itu, ada program pemasangan drainase dan lain-lain sejak tahun 2011 silam.
“Hanya saja di tahun-tahun itu Pemko Medan tidak mengerjakannya dengan alasan biaya pembenahan diambil oleh pihak BWS," terangnya.
Saat ini, Pemko Medan menurutnya tidak memikirkan apa penyebab permasalahan banjir.
"Bobby itu sekarang tidak paham bagaiman pekerjaan kanal itu. Yang ia tahu program yang telah dirancang sejak 2011 harus dijalankan," terangnya.
Jaya Arjuna juga mengibaratkan, Pemko Medan saat ini mengerjakan hal yang tak harus dikerjakan.
"Dia korek ke mana-mana tapi yang dilakukanya itu ibaratnya gini, yang sakit kuping yang diobati kaki. Artinya Bobby mengerjakan hal yang sia-sia," ucapnya.
Menurutnya, seluruh program penanganan banjir yang dilakukan Bobby Nasution akan sia-sia apabila sedimen di pengujung sungai tidak dikorek.
"Saya sudah mengatakan banjir ini bisa selesai dengan cara mengorek sediman. Baik dari seluruh aliran sungai atau di ujung kanal tersebut," ucapnya.
Sejauh ini,dikatakannya, 50 persen sedimen di ujung sungai itu bersifat plastik dan susah hancur.
"Jadi percuma, jika kanal tersebut tidak dikorek. Sebab penyumbatnya saja tidak dikorek, dan dihancurkan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/29092023_BANJIR_MEDAN_DANIL_SIREGARjpg.jpg)