Berita Viral
Bayi Malang, Punggung Merah Dikerokin Pengasuh, Dikira Masuk Angin, Ibu Tepuk Jidat Syok Lihatnya
Pengasuhnya melakukan hal tersebut karena anaknya mengalami perut kembung.
Sang pengasuh mengira bayi tersebut mengalami masuk angin, sehingga tanpa pikir panjang, ia langsung kerokin punggung bayi hingga memerah kebiruan.
Baca juga: VIRAL Video Zulkifli Hasan Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu, PAN: Itu Kepedulian Sosial, Bukan Money Politic
"Pas sampai rumah, habis pulang kerja, Bibi (Susnya Baim) langsung minta maaf anaknya dikerokin.
Kata Bibi sekitar jam 11 siang Baim rewel, lemas.
Padahal biasanya aktif dan engga pernah merengek.
Baca juga: Pesta Gender Reveal Berakhir Maut, Pesawat Jatuh Usai Umumkan Kelamin Bayi, Pilot Tewas Mengenaskan
Pas dicek badannya keringat dingin, perutnya kembung," lanjut sang ibu.
Dilansir dari Serambinews, Tia mengungkap ternyata susternya sejak dulu memiliki kebiasaan mengerok keempat anaknya ketika sakit.
Kebiasaan itulah yang kemudian terbawa sehingga dia melakukan hal yang sama kepada anak yang diasuhnya.
"Jadi Bibi ini sejak ngurusin keempat anaknya dia sendiri memang kalo masuk angin suka kerokan.
Jadi dia coba kerokin Baim pelan-pelan pakai koin seribu, katanya langsung merah-merah," jelas sang ibu.
Mengetahahui kejadian itu, ibu dari bayi tersebut kaget dan merasa sedih.
Baca juga: Polres Labuhanbatu Razia Tempat Hiburan Malam, Satu Oknum DPRD Positif saat Test Urine
Dia kemudian melarang susternya untuk melakukan hal yang sama ketika bayinya sakit.
Pada unggahan berbeda, sang ibu mengatakan jika bayinya sudah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut dan untungnya sang bayi saat ini sudah pulih.
Baca juga: Airlangga Hartarto tak Setuju Ridwan Kamil Jadi Cawapres Ganjar, Ketum Golkar: Pak RK Gubernur
Maafkan Pengasuh
Meski bayinya sudah "dikerok" tanpa sepengetahuan sang ibu, namun Tia tetap memaafkan pengasuhnya itu.
Menurutnya, pengasuh melakukan hal itu karena dilatarbelakangi atas minimnya informasi.
Baca juga: UPDATE Kasus Bupati Nikahi Korban yang Diperkosa, Korban Menghilang setelah Diantar Mahar Rp1 Miliar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/punggung-bayi-merah.jpg)