Sidang Penganiayaan
Emosi AKBP Achiruddin Hasibuan Meledak, 'Ngamuk' di Sidang Merasa Dizalimi Lalu Nangis Minta Maaf
AKBP Achiruddin Hasibuan 'ngamuk' di sidang karena merasa dizalimi hingga dipecat dari kepolisian. Tuding jaksa jadi penyebabnya
Ia pun meminta maaf, karena telah melontarkan semua isi hatinya.
"Satu lagi Yang Mulia, pertama-tama kepada Allah saya mohon ampun, jika ada di persidangan ini saya ada sedikit keras, kepada kawan-kawan saya jaksa, Yang Mulia, saya minta maaf ya," ungkap Achiruddin.
Ia mengatakan, bahwa luapan emosi dari hatinya itu bukan karena sengaja.
Achiruddin pun menangis tersedu-sedu saat menyampaikan permintaan maafnya itu.
"Itu semua bukan saya sengaja, karena perasaan hati sendiri, enggak tahu lagi mau sama siapa saya (mengadu), sedih kali Yang Mulia, sedih kali," terisak-isak.
Achiruddin mengatakan, ia selalu teringat dengan anaknya yang masih kecil.
"Saya masih punya anak dua, asal telepon, rindu ayah katanya. Gara-gara perbuatan abangnya ini (Aditiya), beginilah dirasakan, jadi ini saya sampaikan bukan karena saya sombong, arogan, ini ungkapan hati saya, spontan, sering kali dizalimi. Terima kasih Yang Mulia," kata Achiruddin.
Usai mendengar permintaan maaf dari terdakwa, hakim lantas menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan nota tuntutan dari JPU.
"Semoga kita sehat-sehat ya, sidang ditunda tuntutan, ditunda satu minggu," kata hakim Oloan Silalahi.
Pantauan Tribun Medan, usai sidang ditunda, terlihat Achiruddin berjabat tangan dengan tim JPU yakni Rahmi Shafrina, Randi Tambunan, dan Felix Ginting.
Saat berjabat tangan, terlihat antara terdakwa dengan JPU saling berbicara singkat sebelum meninggalkan ruang persidangan.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/04092023_MENJAWAB-PERTANYAAN_ABDAN-SYAKURO-2.jpg)