Berita Viral
Bakal Lapor Polisi, Dua Ibu Bayi Tertukar Tolak Tawaran Perdamaian Rumah Sakit Sentosa Bogor
Sementara kini pihak korban akan segera membuat laporan polisi terkait rumah sakit tempat bersalin bayi tertukar tersebut.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dua orang tua bayi yang tertukar di Rumah Sakit Sentosa, Bogor tolak mentah-mentah tawaran perdamaian dari pihak perusahaan.
Keuda ibu yang menolak mentah-mentah tawaran ini, yakni Siti dan Dian.
Di mana, mereka berdua menjadi korban atas kelalaian dan tidak profesionalnya pihak rumah sakit dalam melayani pasien.
Rumah Sakit Sentosa merupakan tempat Siti Mauliah dan Dian melakukan persalinan satu tahun lalu dan bayinya tertukar.
Kini pihak rumah sakit memberikan tawaran menggiurkan pada Siti dan Dian agar permasalahan tak berlarut.
Dikutip dari Tribunnewsmaker.com, kendati demikian, keduanya tak tergoda dengan 'iming-iming' pihak rumah sakit yang menjanjikan jaminan kesehatan dan beasiswa kepada dua bayi tersebut.
Baca juga: Tosa Ginting, Anak Okor Ginting Dituntut 20 Tahun Penjara, Keluarga Paino Murka
Penolakan itu terungkap dari hasil mediasi antara keluarga dua bayi dan pihak rumah sakit yang digelar di Mako Polres Bogor pada Rabu (30/8/2023).
Mediasi yang memakan waktu 1 jam 30 menit ini berujung jalan buntu atau belum sampai pada kesepakatan.
"Hasil mediasinya terakhir tadi masih belum menemui kesepakatan," kata Binsar Aritonang, kuasa hukum Ibu D saat ditemui TribunnewsBogor.com di Mako Polres Bogor.
Baca juga: Kala Bripka David Sitompul Tolak Mentah-mentah Bantuan Biaya Pengobatan dari Kapolres Dairi
Melalui kuasa hukumnya, disebutkan bahwa awalnya kedua ibu bayi tertukar di Bogor itu sangat beritikad baik jika terjadi perdamaian antara pihaknya dan pihak rumah sakit.
Bukan tanpa sebab, hal tersebut karena Siti Mauliah dan Ibu Dian merasa jika tawaran yang diberikan oleh pihak RS Sentosa tak dapat menggantikan kerugian yang mereka alami selama setahun terakhi
"Penawaran-penawaran tersebut saya rasa belum bisa menggantikan kerugian yang korban alami," kata Binsar Aritonang.
Mereka tak menerima tawaran pihak RS ini diketahui antara lain berupa beasiswa sampai SMA, akses kesehatan hingga kompensasi.
Menanggapi tawaran tersebut, Binsar mengurai alasan keluarga korban menolak janji manis RS Sentosa.
Baca juga: Wulan Guritno Bakal Dipanggil Polisi Soal Dugaan Promosi Judi Online, Nama Artis Lain Dikantongi
"Karena kan terkait beasiswa dan kesehatan sudah ditangani negara, dalam artian kesehatan ada BPJS dan di Bogor pun menjamin untuk pendidikan. Jadi bukannya kami menolak terkait itu, tapi saya rasa ada hal-hal lain yang perlu diselesaikan di mana kami sebagai korban," kata Binsar Aritonang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemilik-RS-Sentosa-Bogor.jpg)