Berita Sumut

Rahelifa Malau, Korban Hanyut di Sungai Siponot Telah Dimakamkan, Keluarga: Sosok Penurut dan Rajin

Rehalifa Malau (16), siswi SMA yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Siponot, Kabupaten Samosir dimakamkan keluarga pada Jumat (25/8/2023).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Maurits Pardosi |
HO
Suasana rumah duka Rehalifa Malau di Kecamatan Ronggur Nihuta, Samosir, Kamis (24/8/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Rehalifa Malau (16), siswi SMA yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Siponot, Kabupaten Samosir dimakamkan keluarga pada Jumat (25/8/2023).

Diketahui, sebelumnya Rahelifa Malau terjatuh dari sepeda motor dan hanyut terbawa arus Sungai Siponot, Kabupaten Samosir pada Senin (21/8/2023).

Baca juga: Setelah Sang Ibu Manjou Sahala, Jasad Raheliva Ditemukan, Tim SAR: Dekat Patahan Sungai Siponot

Korban pun ditemukan pada Kamis (24/8/2023) sekira pukul 14.00 WIB oleh Tim SAR.

Kades Salaon Tongatonga yang juga keluarga korban, Polman Malau  menyampaikan, jasad Rahelifa ditemukan pada jarak 1 kilometer karena tersangkut pada sebuah kayu yang tertancap pada aliran sungai. 

"Pemakaman dilakukan pada pukul 10.00 WIB. Masih saudara. Rumahnya dan rumah kami berhadap-hadapan," tutur Kades Salaon Tongatonga Polman Malau, Jumat (25/8/2023). 

"Begitu kita ketahui kejadian itu pada hari Senin (21/8/2023), kita sebagai keluarga langsung datangi ke lokasi. Masyarakat sekitar pun bahkan dari luar pun datang ikut mencari," tuturnya. 

Kata Polman, pada hari terakhir pencarian kemarin, Tim SAR Parapat dibantu tim dari Medan.

"Pada hari yang keempat, kita datangkan tim baru setelah kita konsultasi dengan pihak Tim SAR Parapat. Tim kayak yang adalah milik swasta kita datangkan dari Medan," sambungnya. 

Baca juga: Rahelifa Malau, Siswi SMA di Samosir Hanyut ke Sungai Siponot Usai Terjatuh dari Sepeda Motor 

"Hal itu kita lihat karena pencarian tak maksimal, maka kita konsultasi dan pihak Basarnas sarankan hal itu, datangkan tim kayak dari Medan," tuturnya. 

Selain itu, ada juga pihak yang membantu dengan cara kearifan lokal, yakni upaya pemanggilan roh. 

Ritual tersebut tak lain untuk mengetahui lokasi jasad korban yang hanyut di Sungai Siponot.

"Kalau sebenarnya ritual itu adalah sesuatu yang dilakukan untuk memanggil roh. Ada juga yang datang tanpa kita panggil. Artinya, dari lubuk hatinya, mereka datang untuk mencari keberadaan si korban," tuturnya.

"Ritual itu bertujuan mengetahui dimana lokasi si korban. Kita juga yakin ditemukannya Rahelifa karena kerja seluruh tim, bukan hanya tim keluarga, tetapi juga ini adalah doa kita semua," lanjutnya. 

"Kalau orang itu bukan menentukan soal waktunya. Tapi, mereka bisa tahu lokasinya," sambungnya. 

Baca juga: Sosok Raheliva Malau, Terjatuh di Jembatan Siponot, Mayat Ditemukan Usai Ritual: Nga Ngalian Au Oma!

Baginya, Rahelifa adalah sosok yang baik, rajin, dan penurut.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih terpukul atas kepergian Rahelifa. 

"Kebetulan selain ada hubungan keluarga. Rumah saya dan rumah Rahel berhadap-hadapan. Dia orang yang baik, penurut, rajin. Sehingga kita terpukul atas kehilangan Rahelifa ini," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved