News Video

Hakim Diminta Profesional, Sidang Penganiayaan yang Melibatkan Ketua DPC Demokrat Medan Perjuangan

Kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan oleh ketua DPC Partai Demokrat Medan Perjuangan Nazmi Natsir Adnan dan rekannya Rinaldi Akbar Lubis

Tayang:

"Jangan sampai keterangan saksi merasa tertekan dan tidak menyampaikan fakta-fakta di persidangan," ujarnya.

Dikatakannya, di dalam persidangan hakim sebenarnya telah memiliki kode etik yang telah diatur dalam keputusan Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung.

"Hakim berhak untuk menyampaikan kepada peserta sidang siapapun untuk menjaga ketertiban persidangan," katanya.

"Kita juga memohon kepada majelis hakim dan komisi yudisial supaya hakim khusunya hakim anggota Fauzul Hamdi itu harus profesional. Ini sudah dilaporkan ke KY," sambung Hussain.

Sementara itu, menurut Ellia Umar kasus penganiyaan itu terjadi pada ibu kandungnya itu terjadi di rumahnya di Jalan Jermal 12, Kecamatan Medan Denai, pada Senin (18/1/2021) silam.

Malam itu, mantan menantunya ini bersama dengan tiga orang rekannya untuk mengambil cucunya.

Namun, ia menolak hal tersebut. Lantaran pada saat sidang perceraian antara Nazmi dan Hannan hak anak tersebut jatuh ke tangan anaknya.

Waktu itu, dirinya mengaku mendapatkan perlakuan kasar karena mempertahankan cucunya yang hendak diambil oleh para pelaku.

Tetapi, para pelaku ini malah menuding bahwa dirinya yang melakukan penganiayaan.

"Katanya saya yang memukul, menjambak Nazmi, sementara itu mustahil kami lakukan karena kami perempuan mereka empat orang laki-laki," tuturnya.

Kemudian, Laila Umar selaku tantenya Hanan yang juga menjadi korban dalam kasus penganiyaan itu menceritakan kronologis peristiwa tersebut.

Menurutnya, malam itu Azmi datang bersama dengan tiga orang rekannya datang menggunakan mobil dan langsung mencoba mengambil anak Hannan.

"Saya di pinggir pagar, dari arah belakang muncul mobil mereka, membuka pintu mengenai stang sepeda motor saya, lalu saya jatuh ketimpa motor," ungkapnya.

Waktu itu, para pelaku ini datang langsung ingin merampas anaknya Hannan

"Secepat kilat kakak (Ellia) saya memeluk cucunya, masih dalam keadaan berdiri mereka langsung nyergap ngeroyok kakak saya," tuturnya.

Ia mengungkapkan, saat itu terjadi penganiayaan terhadap dirinya dan juga Ellia. Keributan ini pun mengundang perhatian warga, dan para pelaku pun akhirnya pergi meninggalkan lokasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved