Berita Medan

Peringati Hari Mangrove Sedunia, Yagasu Gelar Aksi Tanam Mangrove di Desa Paluh Sabaji

Yagasu didukung VNV Advisory, menggelar aksi penanaman mangrove bersama masyarakat di Desa Paluh Sabaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

Tayang: | Diperbarui:
HO
Aksi tanam mangrove bersama masyarakat Desa Paluh Sabaji, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang, Kamis (27/7/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) didukung VNV Advisory, menggelar aksi penanaman mangrove bersama masyarakat di Desa Paluh Sabaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Kamis (27/7/2023).

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam upaya pemulihan ekosistem pesisir serta meningkatkan sinergitas dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.

Baca juga: Ulah Mafia, Ratusan Hektar Hutan Mangrove di Kwala Gebang Berubah Jadi Kebun Sawit dan Tambak

Mengusung tema 'Indonesia Menuju Rendah Karbon 2060', kegiatan penanaman mangrove ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mangrove dalam melindungi daratan dari abrasi dan juga sebagai upaya menyerap CO2, serta mitigasi perubahan perubahan iklim dan pemanasan global.

Kepala Desa Paluh Sibaji, Nasril, menyampaikan apresiasinya kepada Yagasu yang telah memilih kembali desa mereka sebagai lokasi penanaman mangrove bersama. 

"Apa yang sudah ditanam untuk dijaga, jadi saya imbau juga kepada masyarakat untuk sama-sama merawatnya, agar tidak terjadi abrasi Pantai di daerah kita," ujar Nasril.

Manajer Restorasi Yagasu, Anton Siregar, juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat Paluh Sibaji dalam acara penanaman mangrove ini.

"Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama peningkatan keanekaragaman hayati ekosistem pesisir," jelasnya.

Itu sebabnya dikatakan Anton Yagasu juga berkomitmen untuk mendukung restorasi mangrove di wilayah Desa Paluh Sibaji.

"Termasuk mengatasi degradasi mangrove yang ada," pungkasnya.

Baca juga: 10 Ribu Mangrove di Desa Lubuk Kertang Ditanam, Kelompok Tani Sebut Ribuan Hektare Dirusak Mafia

Kepala Bidang KP3K Provinsi Sumatera Utara, M. Riza Kurnia Lubis menyatakan dukungannya atas kegiatan penanaman mangrove ini. 

“Pemulihan ekosistem pesisir bukanlah tugas seorang diri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk melindungi garis pantai yang semakin terancam," ujarnya.

Acara ini juga melibatkan sesi diskusi antara masyarakat dan pihak terkait, di mana masyarakat dengan antusias memberikan pertanyaan dan memberikan pendapat mereka tentang upaya pemulihan ekosistem mangrove di Desa Paluh Sibaji.

Selain acara Penanaman Mangrove Bersama, Yagasu juga merayakan Hari Mangrove Sedunia 2023 dan Hari Jadi Yagasu ke-22 dengan menyelenggarakan beberapa lomba nasional, termasuk lomba fotografi, lomba poster, lomba video singkat, dan lomba karya tulis ilmiah. 

Baca juga: Lanjutkan Program Carbon Offset, Telkomsel Jaga Bumi Tanam 15.060 Pohon di Hutan Mangrove Indonesia

“Lomba-lomba ini mengangkat tema 'Indonesia Menuju Net Zero Emission 2060'. Sebanyak 500 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia telah ikut serta dalam lomba ini," jelas Dhany Saragih, Manajer Restorasi Yagasu.

Yagasu mengundang seluruh masyarakat dan pihak terkait hadir dan berpartisipasi aktif dalam acara penanaman Mangrove bersama ini guna saling menguatkan komitmen dalam pelestarian ekosistem mangrove.

Dengan semangat kebersamaan, acara penanaman mangrove bersama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang menginspirasi lebih banyak orang untuk turut serta dalam usaha melestarikan dan memulihkan ekosistem pesisir demi lingkungan yang lebih baik.

(cr26/tribun-medan.com)


 
 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved