Foto Bareng

Bobby Nasution Posting Foto Bareng Prabowo Subianto, Netizen Singgung Aksi Begal

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengunggah foto kebersamaannya dengan Prabowo Subianto. Netizen singgung soal pemberantasan begal

Tayang:
Editor: Array A Argus
Instagram @bobbynst
Wali Kota Medan Bobby Nasution memposting foto dirinya tengah bersama Calon Presiden Prabowo Subianto dalam akun Instagram resmi Bobby Nasution @bobbynst, Sabtu (15/7/2023). 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Wali Kota Medan, Bobby Nasution memposting foto dirinya saat bersama calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Postingan foto itu diunggah Bobby Nasution di laman instragram pribadinya @bobbynst, Sabtu (15/7/2023).

Pada unggahan itu, Bobby Nasution memampangkan sejumlah foto.

Foto pertama antara Bobby Nasution bersama Prabowo sedang tertawa lepas.

Baca juga: Akhirnya Mabes Polri Respons Wali Kota Bobby Nasution Tembak Mati Begal Meresahkan Warga Medan

Kemudian, foto berikutnya, Bobby Nasution terlihat sedang mengobrol santai bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Dalam postingan tersebut, Bobby mengatakan, dirinya terakhir bertemu dengan Prabowo Subianto pada saat peresmian Program Pemko Medan, Pemuda Bela Negara (PBN) 

"Terakhir saya bertemu Pak @prabowo Januari lalu, saat itu kami meluncurkan program Pemuda Bela Negara (PBN) di Medan," cerita Bobby mengawali Caption foto tersebut.

Namun, dalam acara Apeksi yang diadakan di Kota Makassar, Bobby Mengaku kembali bertemu dengan Prabowo.

"Saat bertemu lagi di Makassar dalam rangkaian kegiatan Apeksi," jelasnya. 

Baca juga: TNI AD Kodam I Bukit Barisan Turun Tangan Basmi Begal, LBH Medan: Seolah Kangkangi Kewenangan Polri

Pada saat bertemu dengan Prabowo, Bobby mengatakan, telah menceritakan adanya satu anak yang ikut  program PBN  lulus masuk jadi TNI.

"Pada saat bertemu, saya sudah bisa menyampaikan kepada beliau, salah seorang peserta didik program PBN sudah berhasil lulus masuk jadi TNI," jelasnya. 

Bobby menerangkan, program PBN sudah menghasilkan  satu peserta didik yang lolos TNI

"Alhamdulillah PBN sudah menghasilkan walau diluncurkan belum sampai setahun, luar biasa," jelasnya.

Baca juga: Medan Darurat Begal, Kodam I Bukit Barisan Sampai Turunkan Prajurit Buru Begal dan Geng Motor

Singgung begal

Sejak diunggah, foto tersebut mendapat beragam reaksi dari netizen.

Beberapa netizen menyinggung soal aksi begal yang kian marak di Kota Medan.

Sebagian netizen, ada yang mendukung Bobby Nasution untuk menindak tegas pelaku kejahatan.

Sebagian lainnya memberikan masukan tentang upaya pemberantasan begal lewat program bela negara. 

"Usul Pak @bobbynst untuk siswa kelas 11 ketika libur panjang masuk program bela negara di rindam, brimob agar mengurangi kenakalan remaja dan cinta tanah air yg pada outputnya nanti mengurangi begal, gang motor dsb." tulis akun @sinaga_omt.

"pak @bobbynst tolong tindak lanjuti begal dan perampokan di medan ini , begal merugikan masyarakat bahkan sudah semakin berani siang-siang dan rame menunjukkan aksi mereka , lapor ke polisi di minta duit . rumah masuk maling lapor polisi juga minta duit di bilang gak bisa keluar surat perintah nya , apakah semua butuh duit supaya medan ini aman pak ? bagaimana nasib pekerja yang pas pas nyicil beli motor supaya bisa pulang pergi kerja dan dengan tolol nya di rampok begal ? bagaimana kalo menyangkut nyawa ? bagaimana nasib keluarga yang di begal ? yang di begal bukan orang kaya semua pak , melainkan pekerja pas pas an yang buat lapor polisi saja tidak sanggup . terimakasih pak," tulis @surii.can.

"Pak @bobbynst,, kalo tembak mati banyak kali yg kontra,, coba pake cara ngilangin jari pak,, ketangkap,, poto aja jempol sama telunjuk nya,, kanan kiri,, rasa ku ini efektif juga pak,, cocok bapak rasa," tulis @iindra90.

Kodam Ingin Kerahkan Pasukan

Kodam I/Bukit Barisan ingin mengambil peran untuk memberantas begal di Kota Medan.

Rencananya, Kodam I/Bukit Barisan akan menurunkan Detasemen Intelijen.  

"Kami telah menyebar anggota untuk membantu Polri, dalam hal ini Polrestabes Medan untuk mengatasi begal sesuai permintaan Wali Kota Medan, Bobby Nasution," kata Komandan Deninteldam I/BB, Letkol Inf Jontra Gultom, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (15/7/2023).

Jontra mengaku telah menginstruksikan anggotanya untuk tidak ragu menindak tegas dan terukur kepada geng motor dan begal karena sudah sangat merajalela.

"Perlunya tindakan tegas terukur bagi pelaku kriminal. Jika masih sering terjadi, tindakan di lapangan akan diterapkan tanpa ragu," sebutnya.

Terpisah, Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Rico J Siagian mengatakan, TNI turun tangan memberantas begal dan geng motor lantaran diminta Forum Komunikasi Daerah (Forkompinda).

Tim khusus basmi begal ini telah disebar kurang lebih selama seminggu.

Namun demikian, dia enggan merinci berapa jumlah anggota dan dimana saja.

"Atas permintaan Forkopimda. Sudah 1 mingguan. Salah satu tugas nya, patroli dan bubarkan geng motor," kata Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Rico J Siagian.

Kritik LBH Medan 

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menanggapi soal pengerahan kekuatan TNI angkatan darat dari Kodam I Bukit Barisan soal memberantas begal dan geng motor di Kota Medan.

Menurut LBH, berdasarkan undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI Kodam I Bukit Barisan telah mengangkangi kewenangan Presiden dan kepolisian.

Wakil Direktur LBH Medan, Muhammad Alinafiah Matondang menilai, seharusnya pengerahan militer apabila ada gangguan keamanan negara atas seizin dari Presiden Republik Indonesia.

Itupun, harus mendapat persetujuan dari dewan perwakilan rakyat (DPR) seperti yang disebut dalam Bab VI Pasal 17 ayat 1 dan 2, mengenai penggunaan kekuatan TNI.

"Berdasarkan undang-undang TNI, pengerahan kekuatan militer itu bisa digunakan saat ada gangguan keamanan negara. Dan itu pun harus seizin atau atas perintah dari Presiden,"kata Wakil Direktur LBH Medan, Muhammad Alinafiah Matondang, Sabtu (15/7/2023).

Kemudian, ada beberapa hal yang diperhatikan jika mau mengerahkan militer, yakni adanya gangguan terhadap objek vital Nasional dan keamanan negara.

Menurut mereka, dua hal itu tidak sedang terjadi di Kota Medan. Sehingga pengerahan militer yang dilakukan Kodam I Bukit Barisan dinilai penyalahgunaan kekuasaan.

Hal itu pun dikhawatirkan dapat menimbulkan korban jiwa dan melanggar hak asasi manusia.

"Artinya disini ada penyalahgunaan kekuasaan yang pada akhirnya pasti akan ada upaya represif, penggunaan senjata api lagi. Pada akhirnya ada tembak mati, jelas sangat berpotensi melanggar HAM."

Terkait pernyataan Kodam I Bukit Barisan yang menyebut TNI bergerak karena diminta Forum Komunikasi Daerah (Forkompinda) itu jelas-jelas dinilai mengangkangi Presiden dan Kepolisian.

Seharusnya TNI memberi kewenangan ke Kepolisian, dalam hal ini Polda Sumut dan Polrestabes Medan karena memiliki memiliki aturan mengenai begal dan geng motor.

"Disini seolah-olah TNI mengangkangi kewenangan kepolisian. Nah, kehadiran militer membuat masyarakat beropini Polisi tidak mampu menyelesaikan begal."

Masyarakat Dukung Bobby dan Polisi Soal Begal Ditembak Mati

LBH Medan menilai pro kontra dalam negara demokrasi hal biasa.

Mereka juga tak ambil pusing mengenai sejumlah wanita yang menamai diri sebagai cewe anti begal (Cabe) mendukung pernyataan Wali Kota Medan Bobby Nasution begal ditembak mati.

Namun LBH Medan menyayangkan pernyataan Bobby Nasution yang menyatakan dirinya mewakili begal saat dimintai tanggapan oleh media dari statement LBH Medan.

Menantu Presiden itu diangggap mengadu domba antar masyarakat. Pernyataan itu pun dinilai tak pantas dikeluarkan Bobby.

"Dengan kalimat saya mewakili begal, terima kasih. Seolah-olah begal itu berterima kasih ke kami, kami LBH Medan pelindung begal."

Sejauh ini LBH Medan dan masyarakat mendukung Kepolisian memberantas begal dan geng motor.

Namun harus mengendepankan prinsip gak asasi manusia (HAM) dan peraturan Kepolisian.

"LBH Medan mendukung upaya Pemko Medan menindak secara tegas para begal dan geng motor yang meresahkan. Tetapi tetap mengacu para prinsip gak asasi manusia."(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved