Berita Viral

Markas Penjualan Ginjal di Bekasi Digrebek, Para Korban Ditawari Rp 135 Juta dan Dibawa ke Kamboja

Sebuah rumah di Bekasi yang diduga menjadi markas penjualan ginjal digrebek polisi. Para korban yang hendak dibawa ke Kamboja sudah diamankan dan akan

Tayang: | Diperbarui:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Markas penjualan ginjal yang berada di Perumahan Villa Mutiara Gading, tepatnya di Jalan Piano 9, Blok F5 Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, digerebek polisi. 

Karena tak melapor kepada pengurus lingkungan, istri Ketua RT 03/18, Nuraisyah (44) mengaku tidak mengenali satupun penghuni rumah.

“Ga ada yang kenal saya, baru kemarin bapaknya bilang ada yang namanya ini, ini, ini. Saya sempat cek sama KTP (penghuni) yang pertama dikasih juga gak ada orangnya, sudah ganti orang,” katanya.

Beberapa kali Nuraisyah sempat melihat para penghuni saat berada di sekitar rumah kontrakan tersebut.

Seingat dia, ada tiga hingga empat penghuni, terdiri dari laki-laki dan perempuan, semua berusia dewasa.

Setidaknya sudah empat bulan rumah kontrakan ini ditinggali oleh para terduga pelaku. Penghuni rumah kontrakan ini disebut cenderung tertutup.

Tidak mudah bagi Nuraisyah dan suaminya mendeteksi salah satu penghuni rumah yang menjadi target kepolisian.

Pasalnya, beberapa kali datang, nama yang dimaksud selalu tidak ada di rumah hingga akhirnya yang bersangkutan diketahui berada di rumah pada Minggu (18/6) sore.

Ia mengaku belum mengetahui masalah apa yang menimpa penghuni rumah kontrakan di wilayahnya.

”Gatau saya, polisi juga nggak ngasih tau curiganya karena kasus apa,” tambahnya.

Warga sekitar juga mengaku tidak mengetahui aktivitas sehari-hari para penghuni rumah.

Penghuni rumah kerap berganti-ganti, beberapa waktu sempat dihuni oleh 16 orang secara bersamaan.

Sudah menyewa satu rumah, tidak jarang penghuni rumah kontrakan ini dijumpai oleh warga sekitar tidur di teras rumah.

”Bukan ini ada sekitar 16 orang, kemarin tinggal 4 orang. Kaya seperti itu penampungan,” kata salah satu warga, DU (60).

Ia mengaku sempat menaruh kecurigaan kepada para penghuni rumah kontrakan tersebut.

Semua penghuni rumah diketahui tidak menggunakan kendaraan atau berjalan kaki.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved