Konflik Gereja HKBP
Kisruh Gereja HKBP Pabrik Tenun, Jemaat Kesal, Minta Kapolda Sumut Tuntaskan Laporan
Konflik internal Gereja HKBP Pabrik Tenun tak berkesudahan. Kini jemaat geruduk Polda Sumut pertanyakan laporan yang mengendap
"Setelah diberhentikan baru ditunjuk yang baru, tanpa adanya rapat dari parhalado, baik itu juga aturan - aturan HKBP," tuturnya.
Dwi juga mengungkapkan, para jemaat juga sempat dituduh telah melakukan korupsi di gereja yang terletak di Jalan Pabrik Tenun, Kecamatan Medan Medan Petisah itu.
Namun, hal tersebut tidaklah pernah dilakukan oleh para jemaat.
"Puncak dari perlawanan mereka, ada beberapa isu yang dibangun, bahwasanya dengan adanya pendeta Rumondang ini Jamaat menolak, karena di dalam itu ada tindakan korupsi itu yang sedang dibangun, tekait perluasan gereja," bebernya.
"Apabila kita kaji dengan kasat mata, apabila Jamaat ini yang melakukan korupsi terhadap pembebasan lahan itu boleh kita cek yang pro dan kontra," ungkapnya
"Bendahara pembebasan lahan atau panitia pembebasan lahan itu adalah sintua yang pro ke pendeta, bagaimana kita diisukan mengkorupsi uang gereja," tambahnya.
Baca juga: KONFLIK Lagi, Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Minta Ephorus Gantikan Pendeta Rumondang Sitorus
Lebih lanjut, ia mengungkapkan fakta yang sebenarnya adalah pembangunan gereja HKBP Pabrik Tenun juga menggunakan uang sebagai jemaat, karena pada saat itu keuangan gereja tidak cukup.
"Sedikit bercerita soal mengenai pembebasan lahan ini, waktu itu ada mereka menawar satu lahan untuk pembebasan gereja itu sekitar dua sekian M, jadi uang khas tidak cukup maka digunakanlah uang jemaat," katanya.
Dwi membeberkan, uang jemaat itu rencananya akan di kembalikan pada bulan Juli 2022 ketika pesta Gotilon.
Namun, rencana tersebut sepertinya tidak ditanggapi oleh Pendeta Rumondang Sitorus.
"Mereka akan mengadakan pesta Gotilon, karena Gereja ada mengutang pada Jamaat yang di duluankan oleh Jamaat, tapi ini tidak diindahkan itu dasarnya sebenarnya," ungkapnya.
Lalu, ia menjelaskan puncak persoalan antara jemaat dan pendeta Rumondang Sitorus terjadi di hari Sabtu 21 Mei 2022 silam.
Malam itu, Dwi mengatakan pendeta Rumondang Sitorus tidak ada melakukan persiapan pelayanan di gereja pada hari Minggu.
Kemudian, sejumlah jemaat berinisiatif latihan untuk persiapan pelayanan di hari Minggu. Namun, tidak lama sejumlah Sintua tiba-tiba dipanggil ke Polda Sumut.
"Kita nggak tau kenapa di panggil ke Polda. Sembari mereka latihan malamnya tiba-tiba, ada beberapa personel polisi datang dan melakukan penangkapan yang kami rasa tidak manusiawi, dan di gelanggang ke polda," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jemaat-Gereja-HKBP-Pabrik-Tenun-geruduk-Polda.jpg)